Validasi Data

27 August 2009

Salah satu point penting yang harus diperhatikan ketika proses digitasi dalam tahap apapun adalah data harus selalu divalidasi. Data harus selalu di cek dan di cek lagi agar benar - benar akurat sesuai dengan yang kondisi lapangan.

Kemarin saya mengikuti rapat tentang bagaimana cara melakukan validasi data - data gis, dan memang ketika di “blejeti” ternyata memang ada banyak data yang masih perlu diperbaiki dengan berbagai alasan.

Selama ini yang terjadi adalah tidak ada orang yang secara khusus melakukan validasi data tersebut, sehingga validasi data tidak berjalan optimal. Operator juga bertindak sebagai validator, sehingga tidak ada checks and balances dalam proses ini.

Mudah - mudahan setelah rapat tentang validasi tersebut, akan lebih banyak lagi perhatian tentang pentingnya validasi data dan perbandingan data dengan kondisi di lapangan. Sehingga output akhirnya adalah kesesuaian antara data lapangan dengan data digital di server GIS.

Satu perubahan, banyak pekerjaan

20 January 2009

Sekitar kurang lebih satu tahun yang lalu, saya pernah bercerita tentang adanya perubahan jaringan yang hanya dengan sedikit perubahan di lapangan, akan menyebabkan banyak pekerjaan di bagian mapping.
Nah, awal tahun 2009 ini, ternyata hal tersebut terulang lagi. Kali ini terjadi di Jombang. Tidak tanggung - tanggung, ada beberapa LBS (Load Break Switch) yang di pasang di jaringan. Padahal, LBS adalah penanda section di jaringan, jadi dengan merubah section tersebut, nomor urut jaringan akan berubah. Ada berapa yang berubah? setiap LBS bisa mencapai 100 tiang lebih, jadi kita harus merubah nomor urut jaringan kurang lebih 100 item. Itu hanya untuk atribut Jaringan Tegangan Menengah (JTM) saja, belum termasuk atribut gardu, JT Rendah dan di pelanggan yang mencapai ribuan pelanggan.
Padahal ada kurang lebih 5 - 7 LBS baru di sana. Bisa di bayang kan berapa banyak data yang harus dirubah. Jadinya sering lembur.
tetapi itulah realitas yang terjadi dan harus dikerjakan, selamat lembur coyyyyy…..

Panjang jaringan, perencanaan dan pelaksanaan

13 December 2008

Ada cerita sebenarnya, hanya saja ini cerita lama. Tetapi tidak sempat saya tulis di sini karena suatu dan lain hal. Sampai kemudian lupa. Baru ingat bulan ini. Biar tidak lupa lagi, saya tuliskan untuk anda.
Suatu hari di bulan Februari 2008, ada bapak dari bagian perencanaan bertanya kepada saya, sebelum bertanya bapak tersebut bercerita. Berikut ini ceritanya.
Bulan depan (Maret - April 2008) akan dipasang jaringan baru dari gardu induk Mojoagung, Jombang untuk mengurangi beban trafo 6 Gardu induk Mojokerto. Pembangunan jaringan baru tersebut akan berjalan beriringan dengan jaringan lama, tetapi sebagian akan mem-by pass sehingga menjadi jaringan baru, nantinya jaringan baru ini bernama penyulang Gading ( karena melewati desa Gading, Jatirejo, Mojokerto). Sebagian jaringan akan menggunakan jaringan lama yang dimanuver, sebagian lagi menggunakan jaringan yang benar - benar baru.
Pertanyaannya adalah, berapa panjang jaringannya nanti? berapa banyak kebutuhan tiang baru? berapa panjang kabel baru yang dibutuhkan? berapa panjang jaringan lama yang di manuver?
Pertama kali mendengar dalam benak saya, koq banyak amat ya pertanyaannya?
Setelah lihat peta jaringan yang ada, melihat luas dan jarak daerah "kosong" yang akan dilalui oleh jaringan baru tersebut. Akhirnya dengan sedikit analisa ("sok pinter ini, padahal gak blas"), saya sodorkan data - data. Saya lupa detail data - datanya. Saya berikan data - data sesuai kebutuhan bapak tersebut sekaligus menjawab semua pertanyaan yang diajukan. Sekilas bapak dari perencanaan tersebut "mengiyakan" kemungkinan kebenaran data tersebut.
Setelah itu lama tidak terdengar kabar lagi, sampai ada informasi dari bagian/seksi Operasi, bahwa penyulang baru, Penyulang Gading sudah dioperasikan. Data - data dari penyulang tersebut, bruuukkk !!! masuk ke maja saya.
Dilihat, dibaca, langsung di eksekusi. Lalu apa hubungannya dengan cerita bapak di atas?
Ternyata, data - data yang saya berikan sebelumnya, nyaris sama dengan hasil di lapangan. Artinya, dengan perencanaan yang baik, didukung data - data keruangan yang baik (GIS) dan dengan analisa yang akurat, maka kemungkinan ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan bisa di minimalisir.
Hal ini bisa juga untuk meminimalisir biaya, baik biaya konstruksi maupun biaya tenaga kerja, karena penjadwalan pekerjaan menjadi jauh lebih baik dan akurat. Karena dalam situasi krisis keuangan global ini, persoallan biaya menjadi sangat sensitif, siapa yang bisa memberikan biaya lebih rendah, maka dia yang akan kompetitif.
Sekali lagi, GIS menunjukkan perannya dalam pengambilan keputusan, baik di tingkat manajemen maupun di tingkat operasional.

Pertanyaan tentang aplikasi GIS

Lama sekali saya tidak melakukan updating blog ini, hal ini dikarenakan proxy server di kantor yang tidak bisa mengakses semua blog dari blogsome. Sehingga jika ingin meng-update blog ini, harus dilakukan di rumah atau di warnet. Padahal aktifitas saya lebih banyak di kantor, di rumah lebih banyak untuk bersantai, ke warnet hanya sesekali saja. Jadi agak terlantar blog ini.
Mungkin karena lama tidak di-update blog ini, akhir - akhir ini beberapa email masuk ke inbox saya, kebanyakan menanyakan berbagai macam persoalan tentang GIS dan aplikasisnya. Pertama saya bersyukur bahwa ternyata banyak yang membaca blog ini dan mengutarakan berbagai macam hal tentang gis.
Tetapi di sisi lain, saya merasa tidak pantas untuk menerima email, apalagi menjawab email tersebut. Karena bagi saya pribadi, pengalaman dan pengetahuan saya tentang GIS dan aplikasinya tidak jauh berbeda dengan pembaca sekalian, tetapi pembaca sekalian menganggap saya orang “yang lebih tahu” tentang gis dan aplikasinya.
Untuk itu, melalui blog ini saya sampaikan kepada pembaca sekalian, bahwa saya tentu dengan senang hati akan membantu dan menjawab email yang masuk ke inbox saya, tetapi saya mohon maaf jika jawaban yang saya berikan tidak bisa memuaskan pembaca. Karena pengetahuan dan kemampuan saya tentang GIS, sama sekali tidak jauh berbeda dengan anda semua.
Saya akan berusaha mencarikan jawaban terhadap pertanyaan anda sehingga anda puas dengan dengan jawaban saya. Tentu saja saya sangat senang jika bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Apalagi bagi adik - adik yang sedang mengerjakan tugas kuliah atau sedang mengerjakan skripsi / tugas akhir yang mengambil topik GIS dan Aplikasi GIS.
Jika ingin berkonsultasi tentang GIS dan Aplikasi GIS, kirimkan saja via email, mudah - mudahan saya bisa membantu anda, harapan saya suatu saat saya juga dibantu orang lain jika menghadapi permasalahan. Jangan khawatir, saya tidak akan minta imbalan sepeserpun dari jawaban saya tersebut.

Perubahan Jaringan

20 September 2008

Bulan Agustus yang lalu, terjadi perubahan jaringan yang cukup banyak. Yaitu karena terjadinya manuver jaringan dari Penyulang / Feeder Gunung Gedangan ke Penyulang / Feeder Pacet. Dari perubahan jaringan ini, menyebabkan data GIS di PLN (Persero) APJ Mojokerto mengalami banyak sekali perubahan, hal ini karena perubahan feeder ini akan merubah seluruh konfigurasi jaringan di bawahnya. Mulai Nomor urut tiang, data feeder di gardu yang terlibat ( padahal ada lebih dari 40 gardu yang mengalami perubahan), data - data jaringan rendah (JTR) yang ada di gardu - gardu tersebut. Dan yang paling banyak adalah data - data pelanggan yang juga harus berubah seiring dengan perubahan feeder tersebut.
Hal ini menyebabkan banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukan oleh tim GIS untuk penyesuaian dengan kondisi lapangan yang baru. Tentu saja survei - survei lapangan juga berkali - kali dilakukan agar penggambaran jaringan yang baru benar - benar akurat dan sesuai dengan kondisi lapangan.
Ya, inilah resiko pekerjaan GIS yang selalu berkutat dengan survei dan survei serta input ke software yang ada.
Awal bulan September, kami memperoleh informasi dari bagian Operasi Jaringan bahwa akan ada dan saat tulisan ini dibuat, sudah dilaksanakan pengoperasian penyulang / Feeder baru, yaitu Feeder Gading yang bersumber dari gardu induk Mojoagung. Feeder ini menyuplai daerah Jatirejo, Mojokerto dan sebagian daerah Mojoagung dan Trowulan.
Yang membuat kami kaget adalah, feeder ini menyuplai daerah jatirejo ! Kenapa? Karena daerah ini adalah daerah yang baru saja mengalami perubahan jaringan di bulan Agustus yang sudah kami gambarkan sebelumnya !
Setelah dilakukan survei, ternyata memang seperti itu. Sehingga dalam waktu 2 bulan, jaringan ini mengalami perubahan 2 kali ! Ya, 2 kali. Sehingga kami juga harus kerja 2 kali. Padalah pekerjaan kami yang bulan agustus juga baru saja selesai !
Yang kami tidak habis pikir, kenapa ini bisa terjadi? Mungkin kami berpikir ini hanyalah kurangnya perencanaan sehingga pengoperasian jaringan menjadi kurang terencana.

Ketika Oknum merubah jaringan

4 April 2008

Kasus lain yang ditemukan pada saat turun ke lapangan adalah adanya oknum - oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan perubahan jaringan tanpa sepengetahuan bagian mapping. Satu contoh sederhana adalah seperti gambar berikut: gmbar lama Gambar ini adalah gambar di bagian mapping sebelum turun ke lapangan. Nampak bahwa sebuah kapling (yang ditandai ( x ) mendapat tarikan / suplai listrik dari tiang yang paling atas. Ketika tim mapping turun ke lapangan, ternyata kapling tersebut mengalami renovasi rumah, setelah rumah itu selesai di renovasi, suplai listriknya dikembalikan (kurang tahu siapa yang mengembalikan). Sehingga menjadi seperti ini: gambar baru Nampak sekali suplai listriknya tidak dikembalikan ke tiang semula, tetapi diambilkan ke tiang bawahnya. Secara electrical tidak salah dalam hal ini, tetapi secara mapping hal ini menjadi salah. Karena penunjukan tiangnya menjadi berbeda. Karena masing - masing tiang memiliki kode nomor sendiri. Kalau hal ini tidak disampaikan ke bagian mapping, tentu saja bagian mapping tudak tahu, dan tidak melakukan perubahan seperti perubahan yang dilakukan di lapangan. Sehingga gambar mapping menjadi tidak sesuai lagi dengan data di lapangan. Siapa yang salah?

Blogged with the Flock Browser

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here