Peran Database dalam Sistem Informasi Geografis

14 September 2009

Jika berbicara tentang Sistem Informasi Geografis (SIG) kita selalu terpaku pada kondisi keruangan bumi (geografis), meliputi koordinat, ketinggian dari permukaan tanah dan sebagainya.
Setiap obyek di muka bumi tentu akan memiliki atribut - atribut tersebut, tetapi sebenarnya atribut - atribut tersebut bukan hanya yang menyangkut geografis, tetapi atribut - atribut lain juga berperan penting. Misalnya ketika kita membuat SIG untuk sistem kelistrikan, atribut besarnya penghantar, tinggi tiang, bahan pembuat tiang dan lain - lain juga penting untuk disimpan bersama atribut geografis.
Oleh karena itu, SIG selalu berkaitan dengan database. ArcView 3.x dan MapInfo menggunakan DBASE sebagai media penyimpan databasenya.
Sementara Produk ESRI terbaru, ArcGIS 9.x meluncurkan SDE (Spatial database Engine) yang bisa terkoneksi dengan sejumlah Database management System (DBMS) terkenal seperti Oracle, SQL server, Informix atau DB2.
Dengan dukungan database yang cukup powerfull, peran SIG akan menjadi cukup besar dalam setiap pengambilan keputusan strategis perusahaan. penulis pernah ditanya oleh pengunjung blog ini, Apakah SIG bisa digunakan untuk menentukan lokasi kantor cabang yang baru, khususnya untuk perusahaan distributor produk? Penulis jawab, sangat bisa. Dengan memiliki data SIG dan ditunjang database konsumen dan perilakunya, kita bisa melakukan perhitungan optimasi di mana letak kantor cabang yang paling memungkinkan. Mengapa tidak?
Penggabungan SIG dengan DBMS akan menghasilkan output yang sangat bermanfaat bagi setiap pengambilan keputusan, baik di level menengah ataupun di level tertinggi.

Peran Database dalam Sistem Informasi Geografis

Jika berbicara tentang Sistem Informasi Geografis (SIG) kita selalu terpaku pada kondisi keruangan bumi (geografis), meliputi koordinat, ketinggian dari permukaan tanah dan sebagainya.
Setiap obyek di muka bumi tentu akan memiliki atribut - atribut tersebut, tetapi sebenarnya atribut - atribut tersebut bukan hanya yang menyangkut geografis, tetapi atribut - atribut lain juga berperan penting. Misalnya ketika kita membuat SIG untuk sistem kelistrikan, atribut besarnya penghantar, tinggi tiang, bahan pembuat tiang dan lain - lain juga penting untuk disimpan bersama atribut geografis.
Oleh karena itu, SIG selalu berkaitan dengan database. ArcView 3.x dan MapInfo menggunakan DBASE sebagai media penyimpan databasenya.
Sementara Produk ESRI terbaru, ArcGIS 9.x meluncurkan SDE (Spatial database Engine) yang bisa terkoneksi dengan sejumlah Database management System (DBMS) terkenal seperti Oracle, SQL server, Informix atau DB2.
Dengan dukungan database yang cukup powerfull, peran SIG akan menjadi cukup besar dalam setiap pengambilan keputusan strategis perusahaan. penulis pernah ditanya oleh pengunjung blog ini, Apakah SIG bisa digunakan untuk menentukan lokasi kantor cabang yang baru, khususnya untuk perusahaan distributor produk? Penulis jawab, sangat bisa. Dengan memiliki data SIG dan ditunjang database konsumen dan perilakunya, kita bisa melakukan perhitungan optimasi di mana letak kantor cabang yang paling memungkinkan. Mengapa tidak?
Penggabungan SIG dengan DBMS akan menghasilkan output yang sangat bermanfaat bagi setiap pengambilan keputusan, baik di level menengah ataupun di level tertinggi.

Validasi Data

27 August 2009

Salah satu point penting yang harus diperhatikan ketika proses digitasi dalam tahap apapun adalah data harus selalu divalidasi. Data harus selalu di cek dan di cek lagi agar benar - benar akurat sesuai dengan yang kondisi lapangan.

Kemarin saya mengikuti rapat tentang bagaimana cara melakukan validasi data - data gis, dan memang ketika di “blejeti” ternyata memang ada banyak data yang masih perlu diperbaiki dengan berbagai alasan.

Selama ini yang terjadi adalah tidak ada orang yang secara khusus melakukan validasi data tersebut, sehingga validasi data tidak berjalan optimal. Operator juga bertindak sebagai validator, sehingga tidak ada checks and balances dalam proses ini.

Mudah - mudahan setelah rapat tentang validasi tersebut, akan lebih banyak lagi perhatian tentang pentingnya validasi data dan perbandingan data dengan kondisi di lapangan. Sehingga output akhirnya adalah kesesuaian antara data lapangan dengan data digital di server GIS.

Feature type di ArcGIS

24 July 2009

Feature type adalah jenis data geografis yang diolah oleh ArcMap, terdapat 5 jenis feature type, yaitu:

1. Point
2. Polyline
3. Polygon
4. Multipoint
5. Multipatch

Point
Point adalah data geografis yang berbentuk titik. Sebagai sebuah titik geografis, point akan memiliki koordinat yang ditunjukkan sebagai x dan y, jika membuat peta 3 dimensi akan terdapat sebuat titik koordinat lagi yang disebut sebagai z.

Polyline
Polyline adalah data geografis yang berbentuk garis, seperti garis pada umumnya, polyline minimal memiliki 2 titik point yang berhubungan, serta akan memiliki atribut panjang.

Polygon
Polygon adalah data geografis yang berbentuk area atau luasan. Poligon tersusun dari minimal 3 buah titik yang saling terhubung. Polygon memiliki atribut luas area.

MultiPoint
Multipoint adalah sekumpulan titik yang tergabung menjadi satu, tetapi tidak membentuk garis atau polygon karena tidak ada garis yang menghubungkannya.

Multipatch
Multipatch adalah sekumpulan polyline atau polygon yang tergabung menjadi satu, seolah – olah di-grouping.

Point, Polyline dan Polygon adalah 3 jenis feature dasar dalam sistem informasi geografis, sementara 2 sisanya adalah pengembangan dari dari fitur – fitur dasar di atas.

Sukses Pertama: membuat Titik di ArcGIS dengan bantuan VBA

24 June 2009

Dengan berbagai macam upaya, saya bekerja sama dengan teman - teman untuk memecahkan kebuntuan dalam melakukan migrasi script avenue (arc view 3.3) ke vba script (arcgis 9.0) akhirnya menampakkan sedikit progress yang bagi kami sangat luar biasa.
Ini adalah keberhasilan kami pertama dalam upaya melakukan migrasi Arc View ke ArcGIS. Keberhasilan tersebut adalah kami bisa membuat sebuah Point (IPoint) hanya dengan 1 klik klik mouse di area kerja ( istilah arcgis WorkSpace).
Ini adalah sesuatu yang luar biasa bagi kami, karena ini merupakan gerbang untuk bisa menguak “misteri” VBA di Arc GIS. Dengan satu keberhasilan ini, kami berharap (dengan analogi) untuk selanjutnya kami bisa menggambar Polyline dan Polygon hanya dengan sentuhan mouse.
Suatu saat kami akan berbagi dengan anda, bagaimana cara kami untuk bisa membuat point di arc gis project (*.mxd) kami. Sementara untuk saat ini kami belum bisa mempublish ke khalayak karena masih dalam taraf uji coba, kami khawatir masih ada persoalan yang belum kami ketahui di belakang hari.
Untuk itu sabar saja. Karena kami melihat di posting - posting blog atau di milis - milis, banyak sekali yang mengalami masalah yang sama dengan kami, mudah - mudahan kami bisa membantu, tetapi mungkin tidak dalam waktu dekat.

Pemrograman VBA di ArcGIS

Sebenarnya sejak 2 tahun yang lalu saya sudah mengenal dan menggunakan ArcGIS versi 9.0 dalam aplikasi pekerjaan sehari - hari. tetapi sampai hari ini, saya masih belum bisa meninggalkan arcView 3.3 sebagai tool dalam digitasi dan updating peta.
Banyak alasan yang melatarbelakanginya, tetapi kurang lebih akan sama dengan ulasan yanga ada di blog sebelah. lihat di sini: http://www.raharjo.org/rsgis/mengapa-pengguna-esri-sulit-migrasi-dari-arcview-3x-ke-arcgis.html
Saya dan teman - teman sudah membuat tool otomasi digitasi dan editing peta dengan arcview melalui avenue scriptnya. Sehingga dalam bekerja tidak lagi mengalami kesulitan berarti karena semuanya serba otomatis dengan bantuan avenue.
Mendengar bahwa ternyata banyak kelemahan arc view 3.3 sehingga tidak didukung lagi oleh generasi terbaru software ESRI, membuat saya dan teman - teman mencoba untuk migrasi ke arc gis 9.0 ( lisensi di kantor 9.0, walaupun sudah tersedia versi 9.3).
Untuk melakukan proses migrasi ini ternyata sangat sangat sulit, bahasa yang digunakan bukan lagi avenue, tetapi visual basic for application (VBA) yang sangat berbeda dengan arc view. Bagi beberapa teman yang sudah menguasai Visual Basic, hal ini agak mendingan.
Walaupun agak mendingan, tetapi terminologi dan istilah - istilah yang digunakan sangat sangat baru, bahkan bagi seorang programmer VB expert sekalipun. Sehingga apa yang saya lakukan seperti membentur batu besar yang sangat kuat sehingga nyaris tidak ada jalan lagi untuk bisa memigrasikan avenue di arc view 3.3 ke VBA di arcgis 9.0
Saya coba masuk ke situsnya ESRI Developer Network (EDN) tetapi juga tidak banyak membantu dalam upaya saya membongkar “batu besar” yang menghadang saya tersebut. Saya tanya sana sini, google adalah makanan sehari - hari saya, tetapi sampai sejauh ini upaya tersebut belum juga menunjukkan titik terang.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here