Permudah Investor, Pemkab Pangkalpinang Buat Peta GIS

20 February 2009

Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2008 miliki Peta Geografis Informasi Sistem (GIS) guna mempermudah investor mencari lahan strategis dan menanamkan modalnya di Kota Pangkalpinang.

“Pemkot Pangkalpinang telah melakukan pendataan pemilik lahan dan membentuk Peta GIS Pangkalpinang sejak tahun 2004 hingga 2008, guna memberikan pelayanan pertanahan cepat dan akurat, sehingga investor mudah mencari lahan yang tepat untuk menanamkan modalnya,” kata Kepala Dinas Pertanahan Kota Pangkalpinang, A. Roni Rhacman, di Pangkalpinang, Selasa (27/5).

Ia menjelaskan, Peta GIS saat ini mencakup tiga dari lima kecamatan di Kota Pangkalpinang, yaitu Kecamatan Taman Sari, Gerunggang dan Rangkui, sementara dua kecamatan lagi yaitu Pangkalbalam dan Bukit Intan, Peta GIS-nya diperkirakan selesai pada 2009.

Secara bertahap, Peta GIS yang dibuat dengan menggunakan dana APBD Kota Pangkalpinang itu akan di-Online-kan melalui internet di Kota Pangkalpinang, sehingga dapat diakses oleh calon investor, pengembang serta masyarakat luas yang ingin mencari informasi terkait lahan di Kota Pangkalpinang.

“Hingga tahun 2008, luas Kota Pangkalpinang mencapai 119 Km/persegi dan lahan di tiga kecamatannya telah terpetakan GIS dengan optimal, sehingga para investor dan pihak pengembang yang ingin menanamkan modalnya di Pangkalpinang menjadi mudah memperoleh informasi yang akurat,” ujarnya.

Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, pemerintah Kota Pangkalpinang melakukan upaya-upaya konkrit untuk mempermudah investor, salah satunya dengan membentuk Peta GIS, sehingga dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

sumber: Kapanlagi.com

Peta Digital dan GIS Kian Berperan Dalam Keputusan Bisnis

13 October 2008

Salah satu perusahaan rokok nasional berskala global sempat kebingungan untuk menentukan lokasi pemasangan papan reklame (baliho)-nya di Pulau Jawa. Pasalnya, perusahaan tersebut memiliki beberapa merek produk yang masing-masing memiliki kelompok konsumen atau segmen pasar berbeda.

"Akhirnya, perusahaan tersebut memanfaatkan peta digital dan Geographical Information System (GIS). Dengan teknologi ini, setiap merek produknya dapat dipromosikan secara lebih tepat ke konsumennya," kata Agung Prabowo (agung.prabowo@maxxima-tecnology.com), praktisi GIS yang lulusan Departemen Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) 1998.

Pemegang lisensi ESRI, pengembang aplikasi peta digital dan Sistem Informasi Geografis (GIS) terbesar sedunia, itu mengemukakan bahwa peta digital (digital maps), apalagi yang berteknologi GIS, kian berperan dalam berbagai pengambilan keputusan bisnis karena mampu menyajikan sejumlah informasi geografis secara terinci.

Peta digital secara rupa bumi yang secara prinsip seluruh tahapan produksinya menggunakan teknik digital, mulai dari pengumpulan foto udara melalui alat fotogametri analitis, proses penyuntingan (editing), desain kartografi sampai dengan proses separasi warna sebelum dicetak.

Proses melengkapi data secara digital membuat peta yang dihasilkan menjadi sangat teliti, bahkan jika dibanding peta konvensional dalam bentuk cetak, maka lebih mudah dan murah untuk dimutakhirkan.

Selain itu, peta digital hasil dokumennya menjadi sangat bervariasi pemanfaatannya lantaran format digitalnya (softcopy) dapat pula dicetak ke kertas (hardcopy) dalam berbagai ukuran berdasarkan ketajaman kapasitas menggunakan komputer maupun hasil tercetaknya. Hal inilah yang bakal mempengaruhi satuan besaran pembanding (skala) petanya.

"Untuk berbagai kepentingan bisnis, maka skala peta digital berskala 1:5.000 sudah ideal untuk dimanfaatkan." ujar Agung Prabowo yang juga Direktur PT Maxxima Innovative Engineering (http://www.maxxima-technology.com), perusahaan penyedia jasa peta digital, GIS, simulasi tempur, dan sejumlah aplikasi bisnis.

Sementara itu, GIS adalah aplikasi komputer untuk memasukkan, menata, mengolah dan memaparkan data yang memiliki referensi ruang, termasuk data peta digital. GIS meliputi banyak sektor kepentingan, antara lain analisis lingkungan hidup, optimasi jalur lalu lintas, perencanaan wilayah, manajemen pengembangan fasilitas umum, dan riset pasar.

Aplikasi GIS dapat digabungkan dengan data tematik yang belum terdapat pada peta rupabumi, misalnya data kependudukan, data lalu lintas, dan jalur hijau.

Kemampuan GIS sebagai alat bantu mengetahui data kependudukan, manajemen pengembangan fasilitas umum dan riset pasar itulah yang membuat satu perusahaan rokok nasional mampu mengambil keputusan bisnis berupa di lokasi mana saja setiap baliho iklannya di tempatkan berdasarkan segmen pasar konsumennya.

Peta digital hanya menyediakan data baku menyangkut geometri permukaan bumi yang tepat, sehingga dalam aplikasi GIS dimungkinkan dimasukkan data analisis, seperti lokasi titik rawan banjir, kawasan produksi padi, simulasi propagasi gelombang radio dan perkiraan lokasi rawan kecelakaan di jalan raya yang dapat langsung dianalisis melalui komputer.

Sejalan dengan perkembangan produk berteknologi informasi, maka dewasa ini berbagai analisis peta digital dan GIS dimungkinkan menggunakan komputer jinjing (laptop, notebook), bahkan Personal Digital Assistant (PDA) dan telepon seluler (ponsel) yang memiliki aplikasi pendukungnya.

Bahkan, teknologi peta digital dan GIS dewasa ini kian berkembang dapat diakses melalui Internet dan dapat diintegrasikan dengan citra satelit, selain semakin marak pula yang aplikasi sekaligus datanya menjadi bonus dalam paket penjualan laptop maupun ponsel jenis tertentu.

"Formatnya yang digital membuat peta digital dan GIS menjadi fleksibel untuk dimanfaatkan menggunakan berbagai perangkat, bahkan secara mobile," demikian Agung Prabowo, yang juga mengelola http://www.digital cartes.com untuk layanan piranti peta digital dan GIS.

 

sumber : http://www.antara.co.id

Google Maps for Mobile, Navigasi tanpa Ponsel GPS

Saat ini telah beredar berbagai jenis ponsel yang mendukung GPS. Masing-masing ponsel memiliki dukungan peta yang beragam. Ada yang hanya mendukung kota-kota besar, dan ada yang dapat digunakan sampai ke pedesaan. Sayangnya rata-rata ponsel yang memiliki dukungan GPS masih relatif mahal.

Namun jangan kuatir. Kita yang tidak punya ponsel GPS bisa menggunakan Google Maps for Mobile. Google Maps (http://m.google.com/maps) merupakan aplikasi gratisan dari Google yang membantu Anda menemukan suatu lokasi, termasuk penunjuk jalan, alamat dan nomor telepon. Dalam pengoperasiannya Anda memiliki dua opsi: peta standar dan citra satelit. Jika menggunakan modus peta, tampilan yang Anda dapatkan akan sama dengan melihat peta di atlas. Sedangkan bila mengaktifkan citra satelit, Anda akan mendapatkan tampilan riil permukaan bumi pada layar seperti menggunakan Google Earth di PC. Pengenal Lokasi dan Penunjuk Arah Selain berfungsi sebagai peta dengan dua modus tampilan, Google Maps menyertakan fitur My Location. Fitur ini memungkinkan Anda untuk menemukan lokasi Anda sendiri di peta.

Pada ponsel yang memiliki fitur GPS, pengenalan lokasi dapat dilakukan dengan sangat akurat, dengan koordinat. Sementara bagi ponsel yang tidak dilengkapi dengan GPS, keakuratan fitur ini berada dalam radius 1km. Informasi lokasi Anda didapat dari lokasi BTS yang Anda gunakan untuk mengakses Google Maps. Berbekal kehebatan fitur My Location tadi, berbagai aplikasi lainpun dikembangkan. Dengan menggabungkan kemampuan My Location dengan mesin pencari lokal milik Google, Anda dapat menemukan tempat-tempat menarik yang berada di sekitar Anda. Jika ingin tahu lokasi café terdekat misalnya, dengan satu kali tekan tombol di ponsel Anda akan memperoleh daftar café yang berada di sekitar Anda beserta jam beroperasi dan nomor teleponnya. Fitur lainnya yang bisa Anda peroleh ialah penunjuk arah. Berdasarkan informasi lokasi awal yang diperoleh dari fitur My Location, Anda bisa menentukan lokasi tujuan dan jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut, yang akan diberikan secara otomatis.

Sayangnya, dalam percobaan yang dilakukan Sinyal, Google Maps gagal menemukan posisi penulis. Google menunjuk lokasi penulis berada di Bogor, padahal penulis sedang berada di Bali. Ini menyebabkan penunjuk arah tidak dapat bekerja dengan akurat. Namun, kondisi ini masih bisa dimaklumi mengingat fitur My Location masih dalam uji coba alias versi beta. Jika Anda juga mendapati Google Maps gagal mendeteksi lokasi Anda, supaya Anda tidak kesasar lagi dengan fitur My Location, tekan angka 0 pada pad untuk mematikan fitur ini. Di beberapa kota besar di dunia, Anda bisa mendapatkan kemampuan Google Maps yang lebih hebat lagi. Dari aplikasi ini, Anda bisa mendapatkan jadwal bus dan subway, sekaligus bisa membantu menentukan tempat dan waktu transit yang diperlukan. Tak sampai di situ saja, Anda juga dapat memantau kepadatan lalu lintas berdasarkan warna merah, kuning atau hijau yang ditampilkan pada peta. Warna hijau menandakan kendaraan dapat bergerak dengan kecepatan di atas 50 mph, warna kuning menandakan kepadatan lalu lintas memungkinkan berkendara dengan kecepatan 25 sampai 50 mph sementara kurang dari itu akan diwarnai dengan warna merah. Informasi ini didapat secara real time berdasarkan kondisi sebenarnya.

Persyaratan Sistem Sebenarnya persyaratan untuk menjalankan Google Maps for Mobile tidaklah berat. Anda bisa menggunakan berbagai merk, jenis dan tipe ponsel yang mendukung Java, termasuk berbagai gadget dengan sistem operasi Windows Mobile, Palm, Symbian, ataupun Blackberry. Yang membuat Google Maps for Mobile begitu “berat” ialah akses datanya. Google Maps membutuhkan akses internet real time secara terus menerus untuk mendapatkan informasi terkini yang ada di server, serta pengunduhan peta dan citra satelit untuk area-area yang Anda akses. Belum lagi jika Anda melakukan pencarian dari Google Maps. Akumulasi penggunaan data akan menjadi sangat besar.

Sinyal menyarankan Anda untuk menggunakan akses data unlimited atau setidaknya paket data saat menggunakan aplikasi ini jika tak ingin tagihan seluler Anda bulan depan meledak atau pulsa menjadi 0 dalam sesaat. Instalasi Meng-install Google Maps for Mobile di ponsel sangat mudah. Anda cukup mengunjungi http://m.google.com/maps dari ponsel dan menglik link untuk download. Saat muncul konfirmasi untuk pengunduhan, jawab dengan Yes. Usai mengunduh, Anda akan mendapat konfirmasi untuk proses instalasi. Jawab lagi dengan Yes. Tak lama kemudian, Google Maps akan terinstal di ponsel Anda.

Cara Pakai Google Maps

1. Setelah Google Maps ter-install, jalankan aplikasi tersebut. Caranya, masuklah ke menu Applications pada ponsel, lalu carilah aplikasi Google Maps yang menggunakan Icon bergambar kompas. Saat pertama kali menjalankan, Anda akan melihat Google Maps menanyakan apakah Anda memperbolehkan aplikasi tersebut untuk mengakses Internet atau tidak. Anda harus menjawab Yes pada pertanyaan ini agar Google Maps dapat berkomunikasi dengan server Google.

2. Sesaat kemudian fitur My Location akan bekerja dan Anda akan dibawa ke lokasi di mana Anda terdeteksi. Anda dapat menggunakan panah kiri, kanan, atas dan bawah untuk berpindah ke area yang tidak terlihat di layar. Proses ini akan membutuhkan beberapa saat karena Google Maps harus mengunduh gambar untuk area baru tersebut.

3. Untuk melihat gambar lebih detil, lakukan zoom dengan menekan angka 3 pada pad. Untuk kembali ke posisi zoom awal, tekan angka 1. Saat melakukan zoom lagi-lagi Anda harus menunggu beberapa saat untuk proses unduh gambar dari server.

4. Untuk menggunakan penunjuk arah, masuklah ke menu Directions. Tentukan lokasi awalnya pada bagian Start Point dan lokasi tujuan pada bagian End Point. Tak lama kemudian, Google Maps akan menunjukkan arah jalan untuk menuju tempat tujuan Anda.

5. Menemukan lokasi tertentu di Google Maps sangatlah mudah. Anda tinggal menekan menu Search dan memasukkan apa yang Anda cari. Anda boleh memasukkan nama tempat, nama jalan, tempat-tempat wisata, dan sebagainya. Setelah tempat favorit ditemukan, Anda dapat menyimpannya dengan menekan tombol * pada pad ponsel. Di jendela Favourites terdapat sembilan tempat yang bisa Anda gunakan untuk menyimpan lokasi favorit Anda. Di kemudian hari, untuk kembali ke lokasi favorit Anda, cukup aktifkan menu favorit, lalu pilih lokasi yang terdapat pada daftar.

6. Jika Anda ingin beralih dari mode citra satelit ke peta, tekan angka 2 pada pad ponsel. Selamat menjelajah dunia dengan Google Maps. TIP: Seiring dengan berjalannya waktu dan akses yang Anda lakukan, ukuran aplikasi Google Maps akan semakin besar. Anda dapat membersihkan memori dengan mereset Google Maps. Caranya, masuklah ke menu Help > Reset Google Maps > Reset Google Maps.

 

sumber : http://tekno.kompas.com

Menristek: Peta Spasial Akan Buktikan Indonesia Tidak Melakukan Penggundulan Hutan

24 September 2008

Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman mengatakan, peta spasial yang lengkap dibutuhkan untuk menampik tudingan Indonesia sebagai negara yang melakukan penggundulan hutan.

Berbicara dalam pembukaan “The Second Indonesian Geospatial Technology Exhibition (IGTE) 2007″ yang digelar oleh Bakorsutanal di Balai Sidang Jakarta (JCC) di Jakarta, Selasa, Menristek menekankan perlunya peta spasial yang lengkap itu karena saat ini peta yang ada masih belum terkoordinasi.

“Peta ada banyak, ada yang asli, ada yang palsu, ada yang sudah diolah, tapi begitu mau kita overlay, tidak cocok,” kata Menristek.

Bakorsutanal, disebut Menristek harus mampu menjalankan peran koordinasi tersebut dengan mengeluarkan peta spasial yang dapat dijadikan dasar legal untuk koordinasi.

“Dengan peta yang tepat itu kita dapat menampik tudingan penggundulan hutan yang dituduhkan kepada Indonesia,” katanya.

Selain menunjukkan data akurat mengenai penggundulan hutan yang dituduhkan kepada Indonesia, peta spasial yang lengkap dan update juga dapat digunakan dalam perselisihan mengenai masalah perbatasan atau penghitungan aset kepulauan Indonesia.

“Saat ini, belum bisa dikoordinasikan jadi satu berapa tepatnya pulau yang dimiliki Indonesia, apalagi memberi nama pulau-pulau itu,” kata Menristek.

Sumber: http://www.kapanlagi.com/h/0000188648.html

Bakosurtanal-Intergraph Kerjasama Program Interoperabilitas

20 September 2008

Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) dan Credent Technology Asia Tenggara (Credent) yang merupakan perwakilan Intergraph Corporation (Intergraph) di Asia Tenggara, menandatangani kerjasama program interoperabilitas.

Penandatanganan dilakukan di Kantor Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia, Jakarta pada Rabu (25/1) lalu oleh Kepala Bakosurtanal Ir Rudolf W Matindas MSc, sedangkan Credent Technology Asia Tenggara oleh Willian R Love (CEO) dan disaksikan oleh Sekretaris Wakil Presiden Republik Indonesia Gembong Prijono.

Seperti dilansir www.bakosurtanal.go.id, belum lama ini, dalam kesepakatan kerjasama ini, kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan program interoperabilitas dalam mendukung terlaksananya akses dan pertukaran data spasial di Indonesia. Intergraph dalam kesepakatan kerjasama ini sepakat untuk memberikan hibah perangkat lunak pengelolaan dan pendistribusian data spasial berbasis web senilai lebih dari 12,4 juta dolar AS, serta pelatihan untuk para pelatih, sehingga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia.

Perangkat lunak yang dihibahkan terdiri dari : GeoMedia Professional yaitu perangkat lunak untuk pengelolaan data spasial dan GeoMedia Web Map yaitu perangkat lunak visualisasi data spasial berbasis web. Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Bakosurtanal sepakat untuk memanfaatkan hibah ini untuk pembangunan Infrastruktur Data Spasial Nasional. Hal ini akan dilaksanakan melalui beberapa kegiatan pilot project di beberapa instansi-instansi pemerintah pusat dan daerah.

Dengan adanya kesepakatan kerjasama ini maka pemerintah Indonesia telah memposisikan diri dalam peningkatan komunikasi dan pertukaran data antar berbagai departemen dan kantor pemerintah pusat maupun daerah. Credent berkomitmen penuh dalam pengembangan keterbukaan aksesibilitas dan pertukaran informasi, dan percaya kerjasama ini akan dapat menjadi dasar teknologi interoperabilitas untuk mendukung Infrastruktur Data Spasial Nasional (IDSN).

Interoperabilitas merupakan suatu prosedur yang diperlukan dalam pembangunan IDSN, yang merupakan prasyarat dalam pembangunan Sistem Informasi Spasial Nasional (SISN). Kesepakatan kerjasama ini merupakan salah satu kegiatan dalam mendukung program pemerintah dalam membangun IDSN. Pembangunan IDSN bertujuan mendukung tersedianya data spasial yang mudah diakses dan mudah diintegrasikan oleh masyarakat pengguna data spasial, termasuk instansi pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan sosial, ekonomi dan pelestarian lingkungan hidup.

Kepala Bakosurtanal RW Matindas dalam kesempatan itu menyampaikan kondisi yang terjadi saat ini pada data spasial yang sebagian besar diselenggarakan oleh pihak swasta untuk berbagai sektoral. Namun, data tersebut kurang dikoordinasikan sehingga sulit dilakukan pengintegrasian satu dengan lainnya.

“Sebagai contoh yang masih segar dalam ingatan kita adalah kasus tsunami di Aceh, dimana sulit dalam mengintegrasikan data spasial sektoral yang akan digunakan untuk penanganan maupun relokasi dan perencanaan pasca bencana,“ ujar Matindas.

Kenyataan lainnya adalah data spasial juga belum dimanfaatkan secara optimal untuk perencanaan wilayah. Oleh karena itu ke depan kondisi ini harus diubah agar lebih efisien, diantaranya keberadaan data spasial harus dapat diakses melalui web atau internet. Dengan kerjasama ini diharapkan dapat mengubah kondisi yang saat ini sedang berlangsung.

Di lain pihak, Seswapres Gembong Prijono berharap dalam enam bulan mendatang target atau output yang dapat dihasilkan antara lain : Data yang dapat menunjukkan prospek investasi di suatu daerah. Data kemisikinan yang dapat digunakan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan berbasis potensi daerah atau wilayah. Data untuk penanggulanan bencana alam.

 

sumber : Buana Katulistiwa 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here