Download Avenue Script

24 September 2008

Avenue script adalah script seperti visual basic for application yang khusus digunakan untuk pengelolaan data Spasial di Arc View. Beberapa teman merasa sangat kesulitan dalam memahami avenue script ini. Untuk membantu teman - teman yang merasa kesulitan terhadap avenue script, ada yang menyediakan download untuk avenue script ini. Yaitu di http://scriptcode.wordpress.com/2008/09/23/avenue-script-1/

Disana ada banyak contoh script untuk berbagai macam keperluan. Mudah - mudahan bisa membantu teman - teman yang sedang belajar avenue script. Jika ada kesulitan, kami siap membantu teman - teman semua, kirim saja email ke kami. Mudah - mudahan kami bisa membantu.

Menristek: Peta Spasial Akan Buktikan Indonesia Tidak Melakukan Penggundulan Hutan

Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman mengatakan, peta spasial yang lengkap dibutuhkan untuk menampik tudingan Indonesia sebagai negara yang melakukan penggundulan hutan.

Berbicara dalam pembukaan “The Second Indonesian Geospatial Technology Exhibition (IGTE) 2007″ yang digelar oleh Bakorsutanal di Balai Sidang Jakarta (JCC) di Jakarta, Selasa, Menristek menekankan perlunya peta spasial yang lengkap itu karena saat ini peta yang ada masih belum terkoordinasi.

“Peta ada banyak, ada yang asli, ada yang palsu, ada yang sudah diolah, tapi begitu mau kita overlay, tidak cocok,” kata Menristek.

Bakorsutanal, disebut Menristek harus mampu menjalankan peran koordinasi tersebut dengan mengeluarkan peta spasial yang dapat dijadikan dasar legal untuk koordinasi.

“Dengan peta yang tepat itu kita dapat menampik tudingan penggundulan hutan yang dituduhkan kepada Indonesia,” katanya.

Selain menunjukkan data akurat mengenai penggundulan hutan yang dituduhkan kepada Indonesia, peta spasial yang lengkap dan update juga dapat digunakan dalam perselisihan mengenai masalah perbatasan atau penghitungan aset kepulauan Indonesia.

“Saat ini, belum bisa dikoordinasikan jadi satu berapa tepatnya pulau yang dimiliki Indonesia, apalagi memberi nama pulau-pulau itu,” kata Menristek.

Sumber: http://www.kapanlagi.com/h/0000188648.html

GRASS 5 untuk para open source gis maniac

20 September 2008

Perkembangan linux semakin merambah ke berbagai bidang di Indonesia. Salah satunya adalah dalam bidang sistem Informasi Geografis. Buku ini berusaha memberikan pengenalan kepada para pembaca untuk mengenal lebih jauh kemampuan linux dalam aplikasi Sistem Informasi Geografi. Buku ini merupakan pengenalan perangkat lunak GIS GRASS yang terdapat dalam distro sistem operasi open source GIS-Knoppix.

Perkembangan Sistem Informasi Geografi sendiri hampir sepenuhnya dikuasai oleh software komersial, seperti yang dihasilkan oleh ESRI, Microsoft dan vendor software besar lainnya. Membandingkan GRASS dengan berbagai software lain yang telah populer seperti ARCVIEW, ARCGIS, ILWIS dan sebagainya memang tidak seimbang. Tetapi hampir semua fasilitas yang dapat digunakan pada perangkat lunak GIS lainnya dapat ditemukan pada GRASS. Bahkan GRASS memberikan kemampuan pengolahan Citra Digital. GRASS juga memiliki kemampuan kompatibilitas yang cukup baik dengan kemampuannya melakukan proses impor/ekspor file shape, dan CAD yang sudah umum digunakan pada perangkat lunak GIS lainnya. Tampilan GRASS yang lugu akan mengingatkan pengguna kepada perangkat lunak kuno ARCINFO yang telah dimodifikasi menggunakan SML atau ARCINFO lama yang digunakan pada sistem operasi windows.

Kesulitan instalasi GRASS pada sistem operasi linux, pengenalan linux itu sendiri semua teratasi dengan hadirnya GIS Knoppix. GIS Knoppix ini merupakan pengembangan pengerucutan dari distro linux yang sangat tangguh dan terus berkembang pesat hingga saat ini,Knoppix. Knoppix ini dikembangkan oleh Klaus Knopper, seorang pengembang linux yang mengkhususkan pengembangan linux live CD. Knoppix memiliki kemampuan yang sulit ditemui pada sistem operasi lainnya. Kemampuan beroperasi penuh sebagai sistemoperasi dengan aplikasi-aplikasi yang telah terinstal dengan baik dan kemampuan pengenalan hardware merupakan kelebihan knoppix. Dan bila dikombinasikan dengan aplikasi GIS seperti GRASS dan aplikasi open source lainnya maka hadirnya knoppix-GIS akan sangat membantu perkembangan GIS Open source di Dunia. Buku ini penulis susun sebagai penyaluran minat penulis terhadap perkembangan GIS Opensource di Indonesia. Besar harapan penulis bahwa banyak GIS operator dan lembaga-lembaga yang menggunakan GIS mulai melirik kepada GIS open source. Dengan demikian perkembangan GIS dan aplikasi open source akan lebih meningkat lagi. Knoppix sangat mengesankan pada saat jumpa pertama. Kesan ini hampir dialami oleh setiap orang yang pernah menggunakan sistem operasi windows atau linux dan mengetahui kesulitan-kesulitan pada saat instalasi. ”… sebuah OS yang langsung berjalan dengan hanya menukar pembacaan boot awal dari hardisk ke CDROM…” adalah salah satu komentar Dindin Nugraha dalam ilmukomputer.com yang menunjukkan kelebihan knoppix.

Knoppix mengenal dan mampu menggunakan hampir semua hardware terbaru yang beredar di pasaran. Bahkan seiring dengan bertambahnya versi knoppix maka database hardware yang dapat dikenalinya semakin banyak. Hal ini juga diikuti oleh pengerucutan pengemasan knoppix. Knoppix standar yang dikeluarkan oleh Klaus Knopper terus berkembang. Sementara itu distro-distro turunan Knoppix juga semakin banyak sesuai dengan keingginan pengguna. Hal ini dimungkinkan oleh kemampuan knoppix untuk di remaster ulang. Sehingga pengguna dapat memodifikasi seluruh aplikasi di dalam knoppix dan dapat melakukan perubahan-perubahan terhadap komponen di dalamnya. Pada dasarnya urutan untuk masuk ke dalam sistem operasi knoppix adalah :

1. Ubah urutan pertama proses booting pada CMOS/setup menjadi CDROM.

2. Masukkan CDROM sistem Operasi Knoppix kedalam CDROM

3. Restart Komputer Prosedur diatas dapat ditambahkan dengan prosedur keempat, yaitu masukkan cheat Codes. Cheat Codes pada knoppix hampir sama dengan cheat pada game-game yang biasa dimainkan oleh para gamer yang kalah. Hanya saja cheat codes pada knoppix berfungsi untuk mengatur dan memanipulasi sistem operasi knoppix sehingga dapat berjalan dengan baik sesuai dengan platform hardware dan kebutuhan pengguna.

Cheat Codes yang dapat digunakan antara lain : knoppix lang=cn|de|dk|es|fr|it|pl specify language/keyboard knoppix lang=ru|sk|tr|tw|us specify language/keyboard knoppix desktop=fluxbox|gnome|icewm Use specified WM instead of KDE knoppix desktop=kde|larswm|twm Use specified WM instead of KDE knoppix desktop=wmaker|xfce Use specified WM instead of KDE knoppix screen=1280x1024 Use specified Screen resolution for X knoppix xvrefresh=60 Use 60 Hz vertical refresh rate for X knoppix xserver=XFree86|XF86_SVGA Use specified X-Server knoppix xmodule=ati|fbdev|savage|s3 Use specified XFree4-Module knoppix 2 Runlevel 2, Textmode only knoppix floppyconfig Run "knoppix.sh" from a floppy knoppix no{apic,agp,apm,dma,pcmcia} Skip parts of HW-detection knoppix no{scsi,swap,usb} Skip parts of HW-detection knoppix pci=irqmask=0x0e98 Notebook if PS/2 mouse doesn’t work knoppix mem=128M Specify Memory size in MByte knoppix noeject Do NOT eject CD after halt knoppix-txt No framebuffer at startup knoppix vga=normal No-framebuffer mode, but X knoppix blind Start Braille-Terminal (no X) knoppix brltty=type,port,table Parameters for Braille device knoppix testcd Check CD data integrity fb1024x768 Use fixed framebuffer graphics fb800x600 Use fixed framebuffer graphics knoppix testcd Check CD data integrity expert Interactive setup for experts Pengguna dapat memasukkan lebih dari satu cheat codes untuk mengoptimalkan knoppix dengan hardware yang ada. Prosedur untuk mengetikkan cheat codes ini adalah pada saat munculnya boot prompt pada saat booting dengan knoppix.

 

semoga bisa sedikit membantu

Bakosurtanal-Intergraph Kerjasama Program Interoperabilitas

Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) dan Credent Technology Asia Tenggara (Credent) yang merupakan perwakilan Intergraph Corporation (Intergraph) di Asia Tenggara, menandatangani kerjasama program interoperabilitas.

Penandatanganan dilakukan di Kantor Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia, Jakarta pada Rabu (25/1) lalu oleh Kepala Bakosurtanal Ir Rudolf W Matindas MSc, sedangkan Credent Technology Asia Tenggara oleh Willian R Love (CEO) dan disaksikan oleh Sekretaris Wakil Presiden Republik Indonesia Gembong Prijono.

Seperti dilansir www.bakosurtanal.go.id, belum lama ini, dalam kesepakatan kerjasama ini, kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan program interoperabilitas dalam mendukung terlaksananya akses dan pertukaran data spasial di Indonesia. Intergraph dalam kesepakatan kerjasama ini sepakat untuk memberikan hibah perangkat lunak pengelolaan dan pendistribusian data spasial berbasis web senilai lebih dari 12,4 juta dolar AS, serta pelatihan untuk para pelatih, sehingga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia.

Perangkat lunak yang dihibahkan terdiri dari : GeoMedia Professional yaitu perangkat lunak untuk pengelolaan data spasial dan GeoMedia Web Map yaitu perangkat lunak visualisasi data spasial berbasis web. Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Bakosurtanal sepakat untuk memanfaatkan hibah ini untuk pembangunan Infrastruktur Data Spasial Nasional. Hal ini akan dilaksanakan melalui beberapa kegiatan pilot project di beberapa instansi-instansi pemerintah pusat dan daerah.

Dengan adanya kesepakatan kerjasama ini maka pemerintah Indonesia telah memposisikan diri dalam peningkatan komunikasi dan pertukaran data antar berbagai departemen dan kantor pemerintah pusat maupun daerah. Credent berkomitmen penuh dalam pengembangan keterbukaan aksesibilitas dan pertukaran informasi, dan percaya kerjasama ini akan dapat menjadi dasar teknologi interoperabilitas untuk mendukung Infrastruktur Data Spasial Nasional (IDSN).

Interoperabilitas merupakan suatu prosedur yang diperlukan dalam pembangunan IDSN, yang merupakan prasyarat dalam pembangunan Sistem Informasi Spasial Nasional (SISN). Kesepakatan kerjasama ini merupakan salah satu kegiatan dalam mendukung program pemerintah dalam membangun IDSN. Pembangunan IDSN bertujuan mendukung tersedianya data spasial yang mudah diakses dan mudah diintegrasikan oleh masyarakat pengguna data spasial, termasuk instansi pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan sosial, ekonomi dan pelestarian lingkungan hidup.

Kepala Bakosurtanal RW Matindas dalam kesempatan itu menyampaikan kondisi yang terjadi saat ini pada data spasial yang sebagian besar diselenggarakan oleh pihak swasta untuk berbagai sektoral. Namun, data tersebut kurang dikoordinasikan sehingga sulit dilakukan pengintegrasian satu dengan lainnya.

“Sebagai contoh yang masih segar dalam ingatan kita adalah kasus tsunami di Aceh, dimana sulit dalam mengintegrasikan data spasial sektoral yang akan digunakan untuk penanganan maupun relokasi dan perencanaan pasca bencana,“ ujar Matindas.

Kenyataan lainnya adalah data spasial juga belum dimanfaatkan secara optimal untuk perencanaan wilayah. Oleh karena itu ke depan kondisi ini harus diubah agar lebih efisien, diantaranya keberadaan data spasial harus dapat diakses melalui web atau internet. Dengan kerjasama ini diharapkan dapat mengubah kondisi yang saat ini sedang berlangsung.

Di lain pihak, Seswapres Gembong Prijono berharap dalam enam bulan mendatang target atau output yang dapat dihasilkan antara lain : Data yang dapat menunjukkan prospek investasi di suatu daerah. Data kemisikinan yang dapat digunakan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan berbasis potensi daerah atau wilayah. Data untuk penanggulanan bencana alam.

 

sumber : Buana Katulistiwa 

Apa hubungan antara makanan dengan GIS?

Kalau di Kanada sana, sebuah perusaaan GIS bernama DMTI Spatial, yang merupakan penyedia lokasi layanan analisis usaha telah bekerjasama dengan jaringan restoran St-Hubert Bar-B-Q Ltdyang berbasis di Quebec, untuk mengkoordinasikan dan mengatur layanan pesanan makanan di untuk jaringan restoran yang jumlahnya 100 dan berlokasi di Quebec, Ontario dan New Brunswick.

Setiap tahun restoran ini menerima sekitar 2 juta panggilan pemesanan. Dengan menggunakan DMTI’s CanMap Street Files digabungkan dengan kode pos yang sudah diolah dengan menggunakan ArcGIS Server dan ArcGIS Desktop, agent pengelola layanan lokasi di St-Hubert’s call center dapat mengetahui posisi pelanggan dan dengan cepatnya bisa mengirim pesanan ke tempat tinggal si pesan dari restoran terdekat.

Prosesnya bisa digambarkan; pertama kali pelanggan menghubungi call center; call center akan mencata nama alamat serta nomor telepon; kemudian nama ini akan dimasukan ke database sekaligus sistem yang mencari serta menentukan lokasi jaringan restoran terdekat untuk memenuhi pesanan; Pada tahap selanjutnya pemesan cukup menyebutkan nama dan nomor telepon makan secara lebih cepat pesanan bisa diantar. Jika ternyata pelanggan tidak memiliki alamat yang pasti, maka dapat juga dengan menggunakan alamat publik seperti rumah sakit, mall, tempat parkir, taman, dsb.

Sistem ini di Jakarta mirip dengan yang digunakan oleh satu perusahaan Taxi terkenal. Dengan cara yang sama perusahaan taxi akan mengkontak via radio, taksi terdekat untuk menjemput pellangan. Sayangnya dengan keterbatasan data spatial seringkali taksi datang terlambat sekali. Sistem geocoding di Kanada memungkinkan setiap wilayah terdeteksi secara lebih cepat. Itulah pentingya data spatial, bukan cuma jadi hiasan dinding.

Source : http://www.dmtispatial.com

Data induk yang menyangkut jaringan tidak akurat

Di setiap pelanggan PLN, terdapat data - data yang menyangkut pelanggan tersebut. Salah satunya adalah pelanggan tersebut mendapat suplai listrik dari mana, misalnya pelanggan dengan nama A, mendapat suplai listrik dengan data sebagai berikut MJKTO6DRGONHC007A2D3C01. Data ini berkata bahwa pelanggan A mendapat suplai listrik dari gardu induk MJKTO (Mojokerto), di gardu induk Mojokerto terdapat transformator dengan kode 6. Penyulang/feeder nya adalah DRGON (dragon) yang kemudian disalurkan ke gardu distribusi ( yang ada di pinggir - pinggir jalan) dengan kode HC007, jalur jaringan tegangan rendahnya adalah A2 (ke utara 2 tiang), D3 ( ke barat 3 tiang ) dan C01 ( ke selatan 1 tiang).
Itu adalah data - data yang berasal dari data GIS. Akan tetapi di lapangan terjadi banyak sekali perubahan dan perkembangan, Misal seorang pelanggan yang semula di suplai dari gardu distribusi A, tetapi karena di sekitar gardu A tersebut di beri gardu baru, Gardu B misalnya, maka dilakukan pengaturan beban sehingga antara gardu A dan gardu B terjadi keseimbangan beban, sehingga beberapa pelanggan dari gardu A dialihkan ke gardu B.
Jika mengacu ke data - data di atas, maka data pelanggan yang ada di data induk juga seharusnya mengalami perubahan agar sesuai dengan data yang baru. DI sinilah letak persoalannya, karena tim GIS tidak mempunyai kewenangan untuk merubah data, tim GIS hanya bertindak sebagai supplier data. Sementara yang mempunyai hak merubah adalah tim Pengolahan data.
Untuk melakukan perubahan data - data induk, harus melalui prosedur berbelit, dan parahnya lagi, tim GIS tidak masuk dalam prosedur tersebut. Dari kejadian ini, banyak sekali data - data yang ada data induk pelanggan yang sama sekali tidak valid karena merupakan data - data lama yang sudah mengalami banyak sekali perubahan.
Tim GIS seringkali mendapat komplain, entah itu dari kontraktor rekanan atau dari pelanggan yang menyatakan bahwa data - data yang ada di data induk pelanggan tidak akurat. Tetapi tim GIS hanya bisa mengatakan bahwa itu bukan kewenangan Tim GIS untuk merubah data induk tersebut.

Siapa yang patut disalahkan?

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here