Pemahaman Operator GIS tentang tugas

29 November 2007

Selama bekerja di lingkungan GIS (atau SIG dalam bahasa Indonesia) banyak sekali ditemui hal - hal yang sebenarnya bisa dengan mudah diatasi, tetapi menjadi sulit karena pemahaman dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) operator terhadap GIS sendiri berbeda - beda.

Ada operator GIS yang sangat mahir dalam editing data GIS dengan menciptakan script - script tertentu sehingga membuat proses pekerjaan editing data GIS menjadi relatif mudah, tetapi sebaliknya ada yang sama sekali tidak mengerti tentang hal tersebut, mereka bekerja dalam taraf standar aplikasi.

Di lain pihak, karena data GIS adalah data keruangan yang membutuhkan koordinat lokasi di muka bumi, maka operator, baik secara langsung maupun tidak langsung, harus turun ke lapangan untuk medapatkan data koordinat dan atribut keseluruhan dari obyek yang di-digitasi.

Sehubungan dengan hal tersebut, ada seorang operator yang sangat teliti dalam melakukan survey obyek, sehingga hampir semua detail obyek tercover, sebaliknya ada operator yang tingkat ketelitiannya kurang, sehingga untuk melakukan survey lapangan, harus datang ke lokasi obyek tidak cukup sekali, bahkan harus berkali - kali.

Sehubungan dengan hal tersebut, kami membagi kemampuan operator GIS menjadi 4 bagian:
1. Mahir Operasional Software GIS dan teliti dalam hal survey
2. Mahir Operasional Software , tetapi kurang teliti dalam hal survey
3. Kurang mahir Operasional Software , tetapi teliti dalam hal survey
4. Kurang mahir Operasional Software dan kurang teliti dalam hal survey

Hal ini menjadi sebuah permasalahan, dan mungkin merupakan seni tersendiri dalam mengkoordinir semua operator GIS.

Tentu yang diharapkan adalah ketrampilan operator yang pertama, yaitu Mahir Operasional Software GIS dan teliti dalam hal survey, tetapi dalam beberapa hal akan sulit ditemui orang seperti ini.

Solusi yang bisa diambil adalah ketika melakukan digitasi obyek, dibutuhkan 2 orang operator yang bisa bekerja sama untuk memperoleh data yang sedetail mungkin. Solusi lain adalah dengan membuat formulir survey, sehingga data - data yang dibutuhkan untuk kelengkapan obyek yang disurvey dapat diisikan ke dalam form survey, hal ini juga untuk menghindari faktor “lupa” dalam melakukan survey lapangan.

Sebenarnya bukan hanya 2 parameter di atas yang dapat digunakan untuk menilai tingkat pemahaman operator gis terhadap tugas dan fungsinya, tetapi 2 parameter di atas adalah hal penting yang dapat menilai bagaimana operator gis di lapangan dapat memahami tugas dan fungsinya.

Blogged with Flock


Tags: , , , , ,

Statistik Blog

19 November 2007

Setelah blog ini online beberapa bulan yang lalu, ternyata sudah cukup dikenal dan dimanfaatkan oleh pengguna internet.

Hal ini dapat dilihat di statistik blog yang menunjukkan trafik yang cukup tinggi, dalam 1 minggu terdapat kurang lebih 900 - 1200 kunjungan dari pengguna semua. Statistik lengkap dapat di lihat di sini

 
Sesuatu yang cukup menggembirakan, bahwa ternyata tulisan yang cuma sedikit dan kurang berarti ini ternyata berguna bagi pembaca semua. Padahal ide awal dalam penulisan blog ini hanyalah untuk membuat catatan terhadap segala aktifitas yang penulis lakukan selama bekerja, catatan ini bisa berupa segala aktifitas, baik yang menyenangkan, menjengkelkan atau sesuatu yang bagi penulis adalah sebuah tantangan yang harus dipecahkan.

Kami sebagai penulis mohon sumbang saran dan pendapat dari segenap pembaca semua, terhadap baik buruknya blog ini, dengan harapan penulis bisa memperbaiki baik dari segi penulisan maupun dari kualitas tulisan itu sendiri.

Sekali lagi terima kasih atas kunjungan dan saran pendapat dari pembaca sekalian.

Peran GIS semakin terasa penting

14 November 2007

Menjelang akhir tahun, berbagai macam usulan pengadaan barang dan peralatan untuk tahun berikutnya harus diajukan untuk dapat direalisasikan pada tahun berikutnya.

Begitu juga untuk penambahan jaringan di PLN, harus diajukan dalam istilah RKAP (rencana kerja dan anggaran pendapatan). Melalui RKAP ini, semua kebutuhan yang menyangkut jaringan untuk tahun berikutnya harus di sampaikan. Berbeda dengan tahun - tahun sebelumnya, RKAP untuk tahun 2008 harus mencantumkan data - data GIS / PDPJ sebagai acuan pokok dalam pembuatan usulan RKAP.

Saat ini, peran GIS semakin dirasakan manfaatnya, karena dengan GIS perencanaan jaringan menjadi lebih realistis dan sesuai dengan kebutuhan sebenarnya. Dengan GIS pula, perencanaan jaringan menjadi jauh lebih mudah, karena kebutuhan akan jenis peralatan dan jumlahnya menjadi lebih mudah diprediksi, tingkat kepastiannya juga relatif lebih besar. Begitu juga dengan lokasi rencana penempatan jaringan baru, akan dengan mudah ditentukan sesuai dengan kebutuhan, tanpa harus turun ke lapangan untuk melihat sejauh mana kebutuhan jaringan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

 
Sesuai dengan peran GIS, memetakan kebutuhan jaringan dan densitas pelanggan, baik secara kuantitatif atau kualitatif, adalah hal yang sangat signifikan dalam perencanaan jaringan di masa - masa yang akan datang. Dengan peta ini, perencanaan menjadi sesuatu yang sangat mudah dan ringan. Dalam ruang lingkup yang lebih jauh, perencanaan yang matang dan terpola, akan memudahkan operasi jaringan dan pemeliharaan jaringan di masa - masa berikutnya. Di sinilah peran GIS menjadi cukup signifikan pula. Dengan data - data yang dimiliki oleh GIS, banyak pihak yang dapat terbantu dan merasakan manfaatnya. Bukan hanya pihak yang terkait langsung dengan jaringan, tetapi juga bagian - bagian lain, misalnya keuangan yang bisa menghitung secara tepat kebutuhan anggaran terkait penambahan aset jaringan.

Sebagai pengelola GIS, kami cukup merasa bangga dan tersanjung akan hal ini, kami berharap ada semacam umpan balik kepada kami sebagai pengelola GIS. Misalnya berupa informasi dan data - data perubahan jaringan yang terjadi karena adanya operasi dan pemeliharaan jaringan serta adanya transformator management yang dilakukan oleh pihak - pihak terkait. Karena data - data ini, walaupun sudah ada instruksi untuk selalu melampirkan dan dikirim ke mapping / GIS, tetapi selalu saja ada yang tidak di kirim ke bagian GIS, Karena lupa atau hilang berkas misalnya. Mudah - mudahan hal ini tidak terjadi lagi di tahun - tahun mendatang.

 

Semoga.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here