ESRI

29 June 2007

ESRI (Environmental Systems Research Institute) dengan slogan GIS and Mapping software adalah salah satu perusahaan besar di dunia yang bergerak dalam bidang GIS. Sudah banyak aplikasi GIS yang dihasilkan oleh ESRI mulai dari ArcInfo, ArcView, ArcIMS dan juga ArcGIS yang merupakan kompilasi dari berbagai aplikasi GIS yang dibangun oleh ESRI.

Saat ini, saya juga menggunakan salah satu software ESRI yang bernama ArcView, karena memang  memberikan keleluasaan bagi para engineer ataupun programmer untuk bekerja. Untuk para engineer, ArcView memberikan kemudahan dalam pengolahan dan juga analisis peta. Sedangkan untuk programmer GIS tersedia Script Avenue untuk mengembangkan extension (sejenis plugin untuk ArcView).

Software lain yang saat ini saya gunakan adalah Arc GIS 9.0 (padahal sekarang ini ada versi 9.2). Memang dirasakan banyak kelebihan software dari esri ini.

Tetapi sayangnya tidak banyak yang bisa di explore dari website mereka, tidak ada software trial untuk versi terbaru sehingga menyulitkan bagi orang seperti saya untuk mencoba versi terbaru.

Mungkin ada temen yang punya? siapa tahu.

GIS untuk Manajemen Data Jaringan tenaga Listrik

 Dengan semakin banyaknya aset yang tersebar di banyak lokasi, maka hal ini akan dihadapkan pada kesulitan dalam  mengetahui / memberikan informasi secara akurat terhadap jumlah dan nilai asset yang dimiliki yang tersebar diseluruh pelosok baik perkotaan maupun pedesaan dikarenakan banyaknya asset dan lokasi sebaran asset tersebut yang begitu luas.
Dengan SIG, persoalan tersebut dapat dengan mudah diatasi. Lokasi dan atribut asset terekam dan direpresentasikan dalam SIG.

Setiap perubahan yang terjadi data jaringan di lapangan, baik penambahan jaringan, pengurangan jaringan ataupun mutasi jaringan akan selalu dilakukan updating terhadap data SIG yang ada, sehingga data SIG akan menjadi “mirror” bagi data lapangan. Informasi yang disajikan bukan hanya dalam bentuk data teks yang statis, tetapi merupakan data spasial (keruangan) sehingga data berupa lokasi jaringan, kondisi jaringan dan atribut jaringan yang bersangkutan.

Data – data SIG ini pada akhirnya akan membentuk sebuah Data Induk Jaringan (DIJ) yang merupakan database jaringan dan asset. Sebagai database jaringan dan asset, DIJ memegang peran penting dalam proses pengambilan keputusan di bidang distribusi. DIJ ini akan menjadi acuan bagi proses perencanaan, pemeliharaan dan operasi bidang distribusi.

DIJ ini jika diperlukan, bahkan digunakan oleh bidang – bidang lain misalnya Pemasaran.

Aplikasi SIG untuk Sistem Kelistrikan

Secara umum, dalam bidang kelistrikan aplikasi SIG dapat digunakan untuk manajemen inventarisasi jaringan listrik, perencanaan jaringan tahun berikutnya, misalnya penentuan letak Gardu listrik, rute jaringan yang optimal, sampai pada penentuan lokasi kantor pelayanan pelanggan.

Teknologi SIG dalam bidang kelistrikan  diterapkan untuk memetakan daerah/ lokasi pelanggan, asset jaringan, dan semua informasi yang terkait dengan pelanggan dan asset jaringan tersebut. Dan dalam perkembangannya, data – data ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dalam rangka pembangunan dan implementasi infrastruktur ketenagalistrikan.
Agar kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik sebagaimana mestinya maka data yang dipergunakan harus memadai dalam arti lengkap, mutakhir, akurat dan dapat ditelusuri setiap perubahan yang terjadi ( di updating data setiap setiap terjadi perubahan ).
Pada dasarnya data merupakan asset perusahaan yang sangat berharga, karenanya harus diperlakukan dengan cermat seperti kelaziman memberlakukan sumber daya perusahaan lainnya seperti uang dan material. Untuk menjamin bahwa data yang dipergunakan pada kegiatan ini memenuhi persyaratan standar, perlu disiapkan pedoman serta petunjuk yang jelas tentang bagaimana data yang dibentuk/bagaimana perubahan dilakukan serta bagaimana mengkoreksi kesalahan yang terjadi pada saat data dibentuk.
Selain yang sudah disebutkan di atas, penerapan SIG dalam bidang kelistrikan dimaksudkan untuk:
a)       Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja yang ditunjang oleh data yang akurat, yang bukan saja merupakan data teks, tetapi juga didukung dengan data keruangan (spasial)
b)       Meningkatkan kecepatan dalam hal pengambilan keputusan.

c)       Meningkatkan monitoring khususnya dalam hal informasi jaringan kelistrikan yang sedang berjalan. Misalnya penambahan/pengurangan asset, serta monitoring terhadap perpindahan lokasi asset.

d)   Tujuan akhir dari semua di atas adalah untuk meningkatkan pelayananan pelanggan.

Pengetahuan Peta

Peta merupakan suatu representasi konvensional (miniatur) dari unsur-unsur (fatures) fisik (alamiah dan buatan manusia) dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi di atas media bidang datar dengan skala tertentu.
Adapun persyaratan-persyaratan geometrik yang harus dipenuhi oleh suatu peta sehingga menjadi peta yang ideal adalah:
1.       Jarak antara titik-titik yang terletak di atas peta harus sesuai dengan jarak aslinya di permukaan bumi (dengan memperhatikan faktor skala tertentu).
2.       Luas suatu unsur yang direpresentasikan di atas peta harus sesuai dengan luas sebenarnya (juga dengan mempertimbangkan skalanya).
3.       Sudut atau arah suatu garis yang direpresentasikan di atas peta harus sesuai dengan arah yang sebenarnya (seperti di permukaan bumi).
4.       Bentuk suatu unsur yang direpresentasikan di atas peta harus sesuai dengan bentuk yang sebenarnya (juga dengan mempertimbangkan faktor skalanya).
Pada kenyataannya di lapangan merupakan hal yang tidak mungkin menggambarkan sebuah peta yang dapat memenuhi semua kriteria di atas, karena permukaan bumi itu sebenarnya melengkung. Sehingga pada saat melakukan proyeksi dari bentuk permukaan bumi yang melengkung tersebut ke dalam bidang datar (kertas) akan terjadi distorsi. Oleh karena itu maka akan ada kriteria yang tidak terpenuhi.
Prioritas kriteria dalam melakukan proyeksi peta tergantung dari penggunaan peta tersebut di lapangan misalnya untuk peta yang digunakan untuk perencanaan Jaringan Listrik, maka yang akan jadi prioritas peta ideal adalah kriteria 1 dan 3, sedangkan peta denah kampus yang akan kita digitasi tentunya kriteria 2 dan 4 yang akan diutamakan.

Kemampuan dan kelebihan GIS

Kemampuan SIG antara lain:
1. Memetakan Letak
Data realita di permukaan bumi akan dipetakan ke dalam beberapa layer dengan setiap layernya merupakan representasi kumpulan benda (feature) yang mempunyai kesamaan, contohnya layer jalan, layer kapling bangunan. Layer-layer ini kemudian disatukan dengan disesuaikan urutannya. Setiap data pada setiap layer dapat dicari, seperti halnya melakukan query terhadap database, untuk kemudian dilihat letaknya dalam keseluruhan peta.
Kemampuan ini memungkinkan seseorang untuk mencari dimana letak suatu daerah, benda, atau lainnya di permukaan bumi. Fungsi ini dapat digunakan seperti untuk mencari lokasi rumah, mencari rute jalan, mencari tempat-tempat penting dan lainnya yang ada di peta.
2. Memetakan Kuantitas
Orang sering memetakan kuantitas, yaitu sesuatu yang berhubungan dengan jumlah, seperti dimana yang paling banyak atau dimana yang paling sedikit. Dengan melihat penyebaran kuantitas tersebut dapat mencari tempat-tempat yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan dan digunakan untuk pengambilan keputusan, ataupun juga untuk mencari hubungan dari masing-masing tempat tersebut. Pemetaan ini akan lebih memudahkan pengamatan terhadap data statistik dibanding database biasa.
3. Memetakan Kerapatan ( Densitas )
Pemetaan kerapatan sangat berguna untuk data-data yang berjumlah besar seperti sensus atau data statistik daerah. Misalnya, Untuk melihat lokasi pelanggan dengan jumlah pemakaian listrik terbanyak atau yang pemakaian listriknya relative lebih sedikit. Sehingga data ini dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam menyikapi permasalahan yang terjadi akibat ketidakseimbangan kerapatan.
4. Memetakan Perubahan
Dengan memasukkan variabel waktu, SIG dapat dibuat untuk peta historikal. Histori ini dapat digunakan untuk memprediksi keadaan yang akan datang dan dapat pula digunakan untuk evaluasi kebijaksanaan.
5. Memetakan Apa yang Ada di Dalam dan di Luar Suatu Area
SIG digunakan juga untuk memonitor apa yang terjadi dan keputusan apa yang akan diambil dengan memetakan apa yang ada pada suatu area dan apa yang ada diluar area. Sebagai contohnya, Sebuah gardu listrik dengan kapasitas tertentu, dapat melayani pelanggan dalam jarak tertentu dari lokasi gardu listrik tersebut. Dengan peta ini, dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk perencanaan ke depan, misalnya untuk memasang tambahan gardu listrik baru di area yang tidak terjangkau gardu listrik yang ada.

Apa itu GIS?

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah suatu sistem yang men-capture, mengecek, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisa, dan menampilkan data yang secara spatial (keruangan) yang mereferensikan  kondisi bumi. Teknologi SIG mengintegrasikan operasi - operasi umum database, seperti query dan analisa statistik, dengan kemampuan visualisasi dan analisa yang unik yang dimiliki oleh pemetaan.
Kemampuan inilah yang membedakan SIG dengan Sistem Informasi lainnya yang membuatnya menjadi berguna bagi berbagai kalangan untuk menjelaskan kejadian, merencanakan strategi, dan memprediksi apa yang akan terjadi.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here