Ketika Oknum merubah jaringan

4 April 2008

Kasus lain yang ditemukan pada saat turun ke lapangan adalah adanya oknum - oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan perubahan jaringan tanpa sepengetahuan bagian mapping. Satu contoh sederhana adalah seperti gambar berikut: gmbar lama Gambar ini adalah gambar di bagian mapping sebelum turun ke lapangan. Nampak bahwa sebuah kapling (yang ditandai ( x ) mendapat tarikan / suplai listrik dari tiang yang paling atas. Ketika tim mapping turun ke lapangan, ternyata kapling tersebut mengalami renovasi rumah, setelah rumah itu selesai di renovasi, suplai listriknya dikembalikan (kurang tahu siapa yang mengembalikan). Sehingga menjadi seperti ini: gambar baru Nampak sekali suplai listriknya tidak dikembalikan ke tiang semula, tetapi diambilkan ke tiang bawahnya. Secara electrical tidak salah dalam hal ini, tetapi secara mapping hal ini menjadi salah. Karena penunjukan tiangnya menjadi berbeda. Karena masing - masing tiang memiliki kode nomor sendiri. Kalau hal ini tidak disampaikan ke bagian mapping, tentu saja bagian mapping tudak tahu, dan tidak melakukan perubahan seperti perubahan yang dilakukan di lapangan. Sehingga gambar mapping menjadi tidak sesuai lagi dengan data di lapangan. Siapa yang salah?

Blogged with the Flock Browser

Perencanaan yang tidak dilaksanakan, apa akibatnya?

25 March 2008

Kurang lebih 2 - 3 minggu yang lalu, Tim mapping area turun ke lapangan. Banyak temuan yang diperoleh pada saat turun ke lapangan. temuan - temuan ini akan dibuat catatan sebagai tulisan bersambung di blog ini.

Satu temuan pertama yang akan dibahas dalam topik ini adalah perencanaan perubahan jaringan sambungan rumah ke pelanggan, yang ternyata dalam prakteknya tidak dilaksanakan oleh rekanan pelaksana.

Kenapa hal tersebut terjadi?

Dalam kondisi tertentu, sesuai persyaratan keandalan suplai jaringan, tidak diperkenankan untuk menambah jaringan dengan alasan apapun jika batas keandalan jaringan minimal terlewati, dengan melakukan perubahan tertentu terhadap sambungan rumah ke tiang listrik, maka batas keandalan jaringan tersebut dapat terpenuhi, atau dengan kata lain, penambahan jaringan dapat dan boleh dilaksanakan dengan sedikit merubah konfigurasi sambungan rumah disekitar lokasi penambahan jaringan tersebut. Bahasa populer di lingkungan PLN dan rekanan pelaksana adalah omset sr.

Peluang inilah yang disiasati oleh rekanan pelaksana untuk dapat melakukan penyambungan baru terhadap jaringan yang sudah crowded, dengan pengajukan perubahan jaringan ke PLN, rekanan pelaksana dapat melakukan penyambungan baru terhadap jaringan yang sudah crowded tersebut.

Akan tetapi persoalan yang timbul adalah ketika pengajukan perubahan jaringan  yang dilakukan oleh rekanan pelaksana sudah disetujui oleh PLN, acapkali justru tidak dilaksanakan oleh rekanan pelaksana. Kenapa? karena hal tersebut menambah biaya dan menambah pekerjaan !!!!

Bukankah mereka sendiri yang mengajukan? Iya memang, itulah realitasnya di lapangan.

Akibat terhadap data GIS?

Ketika pengajuan perubahan jaringan sudah disetujui oleh PLN, maka operator GIS pada saat itu juga akan melakukan perubahan pada data GIS sesuai dengan pengajuan tersebut. Akan tetapi jika ternyata perubahan jaringan di lapangan tidak dilaksanakan, sementara pada data GIS sudah berubah, apa yang terjadi? tentu saja pembaca bisa menjawab.

Jelas sekali akan terjadi perbedaan data lapangan dan data GIS. Yang patut disalahkan siapa? Pertama kali yang bisa ditunjuk hidungnya adalah rekanan pelaksana !!

Karena dialah yang mengajukan, minta persetujuan dan yang harus melaksanakan !!!

Hal ini bisa terjadi karena kesadaran terhadap kualitas data dan kemauan menjaga kualitas data masih sangat kurang, di samping faktor pragmatisme duit, yang membutakan mata mereka.

Mudah - mudahan mereka sadar akan hal ini.

Blogged with Flock

Apakah batasan penggunaan Aplikasi GIS?

14 February 2008

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman meminta bantuan untuk membuat sebuah dokumen dengan data dasar dari GIS. Seorang teman tersebut menjelaskan maksud dan tujuan berikut lay out dari dokumen yang diinginkan.

Dalam kesempatan ini mungkin saya tidak akan menggambarkan apa yang diinginkan oleh teman tersebut, akan tetapi saya akan membaliknya menjadi sebuah pertanyaan, Apakah batasan penggunaan Aplikasi GIS? Sejauh mana Aplikasi GIS bisa digunakan, paling tidak, dokumen apa saja yang bisa di-produksi oleh aplikasi GIS?

Secara umum, sebenarnya banyak sekali aplikasi GIS yang dapat digunakan, mulai dari yang free alias gratis, seperti yang ada di freeGIS.  Sampai yang berbayar seperti Map Info, ESRI dan lain - lain.

Dengan aplikasi GIS tersebut, sebenarnya sudah dapat mewakili dan membuat dokumen apapun yang dibutuhkan selama hal tersebut masih terkait dengan data - data GIS. Bahkan untuk ESRI, mereka mengeluarkan sebuah paket software yang lengkap sekali. Sehingga hampir tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh paket software ini.

Hampir semua bentuk dokumen dapat diproduksi oleh software aplikasi semacam ini, yang menjadi persoalan adalah kemampuan dan pemahaman pelaksana atau operator yang menggunakan software aplikasi ini. Apakah mereka mampu memaksimalkan fungsi dari aplikasi ini.

Kembali ke teman saya tadi, dia melanjutkan pertanyaan dengan mengungkapkan beberapa dokumen sesuai kebutuhannya, ada banyak jenis dokumen yang disodorkan oleh teman saya tadi. Tidak lupa teman saya tadi mengatakan agar dengan sekali kerja, dengan melakukan setting di awal, dokumen tersebut dapat dipakai untuk data - data lain yang sejenis, untuk bulan - bulan mendatang.

Jawabannya adalah satu, BISA !

Tetapi pertanyaan berikutnya adalah, apakah bisa pelaksana seperti teman saya tadi melakukannya? Jawabannya adalah, BELUM TENTU !

Hal itulan yang menyebabkan  teman saya tersebut datang ke saya untuk bertanya, dan kalau bisa dibuatkan format yang sesuai dengan dokumen - dokumen yang dia inginkan ( ………….. ha ? minta dibuatkan ? …. apa tidak salah ? tetapi ini hanya dalam hati )

Seperti yang saya tulis di atas, sebenarnya memang aplikasi GIS dapat digunakan untuk pembuatan segala macam dokumen yang terkait GIS, akan tetapi variasi kebutuhan akan dokumen dan data sangat banyak, sehingga tanpa kreatifitas, Aplikasi GIS hanya akan merupakan barang mati yang seolah - olah tidak berdaya guna sama sekali.

Kreatifitas pengguna / operator menjadi sangat penting, jauh melebihi kemampuan software aplikasi itu sendiri. Hal ini lah yang saat ini tidak dimiliki oleh teman saya tadi, atau dia malas berpikir ?

Blogged with Flock

Perencanaan Tata Ruang Kota dengan GIS

2 January 2008

Pada Minggu ketiga bulan Desember 2007, diadakan sebuah seminar tentang Rencana Tata Ruang Wilayah kabupaten Mojokerto. Seminar ini diadakan di Pondok Cahaya Putra (PCP), Trawas, Kab. Mojokerto dan diadakan oleh Badan Perencanaan pembangunan (Bappeda) Kab. Mojokerto.

Hadir sebagai pembicara adalah dari Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah Jawa Timur dan dilanjutkan dengan pemaparan dari perusahaan konsultan tata kota.

Yang menarik adalah bahwa perencanaan tata kota yang disusun oleh konsultan ini menggunakan data - data GIS / SIG sebagai dasar acuan dalam menentukan alokasi ruang atau wilayah. Sebuah Misal, Sebuah wilayah dinyatakan sebagai wilayah konservasi alam dan dipertahankan sebagai wilayah hutan karena data - data GIS menunjukkan wilayah tersebut adalah wilayah dengan tingkat kecuraman mencapai 40 persen atau lebih dan dengan ketinggian ratusan meter di atas permukaan laut (DPL), sehingga dengan menjadikan wilayah tersebut sebagai wilayah konservasi, akan mengurangi kemungkinan terjadinya bahaya bagi penduduk karena bahaya banjir dan longsor.

Ilustrasi di atas adalah salah satu contoh, dan masih banyak lagi pemaparan dari konsultan tata kota tersebut yang mendasarkan pada data - data GIS sebagai acuan. Hal ini menunjukkan bahwa peran GIS, diakui atau tidak semakin penting, bahkan bagi bidang yang seolah - olah tidak membutuhkan GIS, tetapi ternyata dengan GIS semakin banyak nilai tambah yang bisa didapatkan. Dengan GIS hal - hal yang sebelumnya kita tidak perhatikan karena lokasi dan medan yang sulit, sekarang bisa di “lihat” dengan mudah, sehingga perencanaan ke depan menjadi relatif mudah.

Siapa lagi yang meragukan manfaat GIS? Jika ada, mungkin orang ini membutuhkan pencerahan tentang apa itu GIS.


Tags: ,

Segala Tentang GPS

11 December 2007

Sistem GPS

  • Satelit GPS mengelilingi bumi 2x sehari
  • Satelit ini mentransmisikan signal ke bumi
  • Signal tersebut digunakan untuk menghitung posisi
  • GPS membedakan waktu yang ditransmisikan untuk menghitung posisi
  • Waktu tersebut dihitung sebagai jarak dari beberapa Satelit GPS untuk hitung posisi di bumi & permukaannya, termasuk exosphere

 

Dasar Kerja GPS

  • GPS harus memiliki setidaknya 3 satelit untuk hitung posisi 2D dan pergerakannya.
  • Dengan 4 satellites, GPS kita dapat menghitung posisi 3D position (latitude, longitude & ketinggian).
  • Dengan informasi posisi, GPS dapat menghitung data lain seperti : kecepatan, arah, lintasan, jarak tempuh, jarak ke tujuan, matahari terbit & terbenam dan lain-lain.

 

Keakuratan Perangkat GPS

  • GPS umumnya memiliki 12 chanel secara parallel.
  • Faktur atmosfir dapat mengurangi ketepatan.
  • GPS untuk penerbangan dapat mencapai keakurasian sampai dengan +/- 15 meters.
  • WAAS (Wide Area Augmentation System) dapat meningkatkan keakurasian hingga  +/- 3 – 8  meters.
  • Tidak ada alat khusus atau biaya extra untuk mendapatkan signal WAAS, selama negara tersebut memasang WAAS ground / koresi satelit.
  • Sedang Differential GPS (DGPS) dapat meningkatkan keakurasian hingga +/- 3-5 meter.
  • DGPS terdiri dari alat yang menerima signal dan mentransmisikan ulang untuk mengoreksi posisi, alat ini dipakai untuk penerbangan, di Halim Airport ada 2 unit DGPS untuk meningkatkan keakurasian.
  • Untuk koreksi ini GPS kita harus memiliki differential beacon receiver and antenna, seperti pada GPS295 dimana kita dapat menyetel frequensi dari beacon tersebut.

 

Referensi Peta

  • Secara umum referensi peta khususnya penerbangan yangdigunakan ialah WGS84.
  • WGS84  adalah referensi tetap yang digunakan untuk pemodelan bumi yang terdiri dari data primer dan sekunder
  • Data primer ialah bentuk lonjong dari bumi, kecepatan putar melingkar serta masa bumi yang termasuk dalam referensi elips
  • Sedangkan data sekunder ialah data model gravitasi bumi.
  • Seluruh data navigasi (udara) distandardkan dengan WGS 84 standard untuk memenuhi persyaratan RNAV (Radio Navigasi) untuk memenuhi global referensi.

 

Satelit GPS

  • Satelit GPS pertama diluncurkan tahun 1978.
  • 24 satelit di capai pada tahun 1994, sekarang telah lebih dari 30 GPS satelit berorbit diatas bumi kita.
  • Usia dari Satellite rata rata 10 thn, setelah itu ada pergantian / perawatan rutin.
  • Berat Satelit sekitar +/- 2,000 pounds (hamper 1 ton)
  • Lebar antenna solar panelnya +/- 17 feet (+/- 5 meter).
  • Power Transmisinya <= 50 watts.
  • Posisi orbit berada pada ketinggian +/- 12,000 miles diatas permukaan bumi.
  • Kecepatan jelajahnya 7,000 mph.
  • GPS Satelit menggunakan tenaga SOLAR (sinar matahari), tapi disediakan backup baterai untuk menghindari Gerhana Matahari Total.
  • Tenaga yang digunakan untuk menjaga orbitnya ialah beberapa roket kecil.

 

Sinyal GPS

  • Signal GPS ada 2 signal L1 & L2
  • L1 bekerja pada frequency 1575 MHz pada gelombang UHF band.
  • Bergerak langsung lurus (line of sight) menembus awan, kaca dan plastik.
  • Yang menghambat transmisinya ialah Objek padat spt: gedung, pohon, gunung, dll.
  • Terdapat tiga informasi pada sinyal GPS:
  • Pseudorandom code(I.D. code) : ialah informasi yang dikirimkan ke unit penerima bahwa unit kita menerima signal seperti pada halaman satelit ditunjukan dengan diagram batang BAR
  • Ephemeris data : ialah data kekuatan signal serta informasi waktu
  • Almanac data: ialah info tentang dimana lokasi Satelit sebenarnya yang menunjukan posisi satelit pada halaman GPS Satellite status.

 

Sumber Kesalahan

  • Keterlambatan dari pantulan Ionosphere dan troposphere : terjadi penurunan ketepatan akibat dari keterlambatan waktu saat signal saat menembus lapisan ini, namun GPS dapat mengkoreksi dengan mengasumsikan factor kesalahan rata rata.
  • Eror dari Pantulan signal: hal ini terjadi jika signal GPS berpantul melalui objek spt bangunan atau gunung sebelum dia diterima unit kita.
  • Kesalahan Waktu dari unit kita: Ketepatan waktu / jam dari unit kita tidak setepat jam Atom di GPS satelit (GPS memakai Atomic Clock). Untuk itu ada sedikit error waktu.
  • Orbital errors — dikenal sebagai ephemeris errors, hal ini terjadi jika ada pergeseran dari orbit / laporan dari satelit untuk posisinya.
  • Jumlah satelit yang diterima: Tambah banyak signal yang diterima tambah tinggi ketepatannya, Banugnan, gunung, gangguan elektronik, bahkan pohon rindang dapat mengurangi ketepatan.
  • Posisi relative dari Satelit / gangguan sisi miring: hal ini terjadi jika posisi satelit terletak pada sudut yang sangat lebar atau sangat dekat atau hamper berhimpitan satu sama lain sehingga perhitungan ketepatan berkurang.
  • Penurunan degradasi yang diatur oleh departemen pertahanan Amerika / SA (Selective Availability): hal ini dilakukan untuk menghindari militer menggunakan ketepatan dalam hal khusus, dan militer bahkan menggunakan / mengatur orbit yang terfokus pada area tertentu seperti apda perangteluk, SA ini telah di hapuskan, karena pihak sipil khususnya penerbangan sipil mengajukan keberatan akhirnya pada Mei 2000, pemerintah menghapuskan SA ini agar penerbangan sipil memiliki ketepatan yang lebih baik.

 Disadur dari navigasi.net

Pemahaman Operator GIS tentang tugas

29 November 2007

Selama bekerja di lingkungan GIS (atau SIG dalam bahasa Indonesia) banyak sekali ditemui hal - hal yang sebenarnya bisa dengan mudah diatasi, tetapi menjadi sulit karena pemahaman dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) operator terhadap GIS sendiri berbeda - beda.

Ada operator GIS yang sangat mahir dalam editing data GIS dengan menciptakan script - script tertentu sehingga membuat proses pekerjaan editing data GIS menjadi relatif mudah, tetapi sebaliknya ada yang sama sekali tidak mengerti tentang hal tersebut, mereka bekerja dalam taraf standar aplikasi.

Di lain pihak, karena data GIS adalah data keruangan yang membutuhkan koordinat lokasi di muka bumi, maka operator, baik secara langsung maupun tidak langsung, harus turun ke lapangan untuk medapatkan data koordinat dan atribut keseluruhan dari obyek yang di-digitasi.

Sehubungan dengan hal tersebut, ada seorang operator yang sangat teliti dalam melakukan survey obyek, sehingga hampir semua detail obyek tercover, sebaliknya ada operator yang tingkat ketelitiannya kurang, sehingga untuk melakukan survey lapangan, harus datang ke lokasi obyek tidak cukup sekali, bahkan harus berkali - kali.

Sehubungan dengan hal tersebut, kami membagi kemampuan operator GIS menjadi 4 bagian:
1. Mahir Operasional Software GIS dan teliti dalam hal survey
2. Mahir Operasional Software , tetapi kurang teliti dalam hal survey
3. Kurang mahir Operasional Software , tetapi teliti dalam hal survey
4. Kurang mahir Operasional Software dan kurang teliti dalam hal survey

Hal ini menjadi sebuah permasalahan, dan mungkin merupakan seni tersendiri dalam mengkoordinir semua operator GIS.

Tentu yang diharapkan adalah ketrampilan operator yang pertama, yaitu Mahir Operasional Software GIS dan teliti dalam hal survey, tetapi dalam beberapa hal akan sulit ditemui orang seperti ini.

Solusi yang bisa diambil adalah ketika melakukan digitasi obyek, dibutuhkan 2 orang operator yang bisa bekerja sama untuk memperoleh data yang sedetail mungkin. Solusi lain adalah dengan membuat formulir survey, sehingga data - data yang dibutuhkan untuk kelengkapan obyek yang disurvey dapat diisikan ke dalam form survey, hal ini juga untuk menghindari faktor “lupa” dalam melakukan survey lapangan.

Sebenarnya bukan hanya 2 parameter di atas yang dapat digunakan untuk menilai tingkat pemahaman operator gis terhadap tugas dan fungsinya, tetapi 2 parameter di atas adalah hal penting yang dapat menilai bagaimana operator gis di lapangan dapat memahami tugas dan fungsinya.

Blogged with Flock


Tags: , , , , ,

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here