ArcGis dan Internet Explorer

11 January 2010

Awal perkenalan saya dengan arcgis adalah ArcGis versi 9.0, ketika itu server masih menggunakan Windws 2000 server sp4. secara default Internet explorer yang terinstall adalah versi 5. Ketika install ArcGis di server, jelas sekali akan ditolak oleh ArcGis karena ArcGis 9.0 membutuhkan Internet Explorer 6. Sehingga dengan terpaksa saya download IE 6 dan install sebelum install ArcGis 9.0. Semua PC client saya perlakukan sama dengan server di atas.

Pada suatu ketika dilakukan pergantian server dengan spesifikasi yang relatif jauh lebih tinggi dan menggunakan Windows 2003 Server. by default, IE 7 sudah terinstall di server tersebut. karena upgrade server, saya harus install semua aplikasi yang dibutuhkan termasuk Arcgis 9.0. Proses instalasi sukses dan tidak ada kendala sama sekali. Migrasi ke server baru sukses dilakukan.

tetapi persoalan baru muncul ketika saya harus melakukan geoprocessing menggunakan ArcCatalog. banyak fitur yang saya butuhkan sama sekali tidak bisa digunakan !!! Hanya sebagian kecil saja yang masih bisa digunakan. Ketika dipaksakan untuk dijalankan, Arccatalog mengalami error, "Visual C++ runtime error". Dan dengan serta merta ketika di klik OK, ArCCatalog hilang dari layar komputer.

Saya berusaha mencari penjelasannya melalui paman google, tetapi sampai beberapa lama,bahkan sampai beberapa bulan saya tidak menemukan jawabannya. Sehingga proses geoprocessing saya lakukan melalui client.

Sampai pada suatu ketika, seorang rekan kerja melakukan upgrade IE-nya dari Ei 6 ke IE 7, bahkan dalam jangka waktu tidak cukup lama, dia upgrade lagi ke IE 8 karena tertarik dengan browser versi baru dari Microsoft ini. Tetapi apa jadinya? Kejadian di server terulang lagi. tiba - tiba ArcCalatog tidak berfungsi. Sampai sejauh ini, saya dan rekan tersebut tidak atau belum menyadari keterkaitan antara IE dan ArcGis.

Setelah rekan tadi mencoba IE 7, bahkan IE 8, dan ternyata performance browser ini sangat mengecewakan, kalah jauh dari opera atau firefox. Malah hanya menambah beban harddisk saja, maka rekan tersebut membuang IE 7 dan IE 8 - nya untuk kembali menggunakan IE 6 (karena dibutuhkan oleh ArcGis). Apa yang terjadi? ternyata ArcCatalog berfungsi dengan baik!!!

Untuk lebih memastikan keterkaitan antara Internet Explorer dan ArcGis, saya lakukan uninstall IE 7 di server untuk kembali ke IE 6, walaupun cara uninstall-nya tidak biasa dan membutuhkan bantuan paman google. Hasilnya? ArcCatalog berfungsi dengan baik.

Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa IE memang sangat terkait dengan ArcGis, atau dalam kata lain, ArcGis sangat tergantung IE.

Beberapa waktu yang lalu, saya install ArcGis 9.1 di PC rumah, ternyata spesifikasi IE-nya juga berubah, membutuhkan IE 7. Sementara ArcGis 9.2 dan 9.3 membutuhkan IE 8. Ada pertanyaan dalam benak saya, jika nanti Microsoft mengeluarkan versi baru, IE 9. Apa ESRI akan mengeluarkan versi baru pula? ArcGis 9.4?

Inilah titik lemah ARcGis, ketergantungan pada software pihak lain, walaupun itu microsoft jelas sangat tidak menguntungkan, apalagi tidak ada backward compatibility di dalamnya.

Install ArcGis 9.x di PC dengan spesifikasi cukup tinggi

Sebenarnya ini adalah persoalan lama, tetapi entah kenapa selalu saja terulang. Oleh karena itu ada baiknya untuk saya tulis.

Setiap kali install ArcGis, saya selalu mendapati pesan error yang mengatakan bahwa ArcGis telah gagal me-register beberapa file berekstensi dll atau ocx. Setelah saya tanya di paman Google, ternyata persoalannya adalah masalah DEP di Windows. DEP ini akan memproteksi windows dari akses langsung ke memory (Direct memory access), sehingga registrasi sebuah file dll yang notabene akses langsung ke memory akan diblok oleh windows by default. DEP ini akan aktif dan berfungsi pada spesifikasi Prosesor dengan kecepatan 2,6 GHz ke atas, sementara dibawahnya DEP tidak akan berfungsi.

Windows XP, akan membuat konfigurasi seperti berikut ini secara default:

multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINDOWS="Microsoft Windows XP Professional" /noexecute=optin /fastdetect

Teks di atas bisa dilihat pada system properties / Advanced / Startup and recovery, klik Setting.

DEP

Pada option noexecute tertulis optin, artinya hanya akses masuk saja yang akan diblok. Sebelum install arcgis, "optin" ini harus dirubah menjadi "Alwaysoff" ( opsi yang tidak mengaktifkan DEP). Pada Windows vista, terdapat menu yang bisa langsung digunakan untuk mengaktifkan dan tidak mengaktifkan DEP. Perubahan ini membutuhkan PC untuk restart agar setting yang baru bisa aktif. Setelah DEP tidak aktif, baru bisa install ArcGis secara lancar. Anda bisa kembalikan kondisi DEP aktif setelah instalasi ArcGis selesai dan tidak akan mengganggu operasinalisasi ArcGis sama sekali.

Mobil Patroli Polres Mojokerto Dipasangi GPS

4 January 2010

Polres Mojokerto membuat gebrakan, Jumat (11/12) pagi. Kali ini, sebuah peralatan canggih asal luar negeri dipasang di setiap mobil patroli. Di Jatim, pemasangan alat itu adalah untuk pertama kalinya. Alat tercanggih itu adalah Global Positioning System (GPS). Software yang berfungsi untuk mengetahui posisi mobil yang sudah terpasang alat seharga Rp 3 jutaan per unit itu. ‘’Polres Mojokerto adalah satu-satunya polres di Jawa Timur yang mempunyai alat tercanggih ini,'’ kata Kapolres Mojokerto, AKBP Onto Cahyono.

Alat serupa, juga dimiliki oleh Polda Jabar. Menurutnya, pemasangan GPS pada setiap mobil patroli di seluruh Polsek se-Kabupaten Mojokerto tersebut berfungsi untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat, mobilitas petugas, dan meningkatkan kinerja aparat kepolisian. Dalam launching yang dihadiri oleh wakil bupati Mojokerto Wahyudi Iswanto, satu regu anggota Batalyon 503, Kodim, satker-satker se-Kabupaten Mojokerto itu, Onto juga menerangkan beberapa kelebihan dari alat berukuran 10 sentimeter persegi itu.

Diantaranya adalah mengetahui keberadaan mobil patroli berada, arah perjalanan mobil, kecepatan, dan mampu mengetahui jika alat tersebut dimatikan. ‘’Benar-benar canggih. Mobil itu bisa dilihat dengan jelas oleh petugas yang ada di Mapolres sini,'’ tukasnya. Sementara itu, Kasatlantas Mojokerto, AKP Lamudji, kepada Radar Mojokerto mengatakan peluncuran mobil patroli ber-GPS ini bakal terus dikembangkan. ‘’Yang jelas, Satlantas akan terus membuat inovasi untuk pelayanan terhadap masyarakat,'’ tuturnya.

GPS ini, diungkapkannya, sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat jika terdapat masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dengan cepat. Mobil patroli yang dilengkapi dengan alat itu bakal bisa memantau lewat LCD yang sudah terpasang. ‘’Petugas juga menjadi sangat mudah untuk mendatangi TKP,'’ ungkapnya. Selain mengenalkan program GPS ini, Polres Mojokerto juga meluncurkan program SMS Online Polres Mojokerto. Yakni SMS Tilang, Laka, Info, dan SMS Box. Keempat SMS ini, duharapkan Lamudji bakal mampu meminimalisir keluhan masyarakat yang selama ini jarang ersampaikan ke petugas kepolisian. ‘’Kalau ada kecelakaan, atau ada kejadian apapun yang membutuhkan bantuan kepolisian, hendaknya SMS saja ke 0857 316 50000,'’ jelasnya. Sebelumnya, 1.500 orang mengikuti Roadshow dengan mengambil start di Pendapa Kabupaten Mojokerto melewati Jalan Majapahit, Jalan Jayanegara dan finish di Mapolres Mojokerto. (mg2/yr)

Kabar dari VIVAnews: Tersesat Selama 3 Hari Gara-gara GPS

29 December 2009

Peralatan canggih dibutuhkan untuk membantu si pemakai. Namun, di Amerika Serikat (AS), sepasang suami-istri (pasutri) dibikin susah oleh peralatan canggih yang baru mereka gunakan. 

Pasutri bernama John Rhoads (65) dan Starry Bush-Rhoads (67) asal negara bagian Nevada itu tersesat di kubangan salju di dekat Oregon Timur selama tiga hari setelah dikerjai oleh perangkat navigasi satelit (GPS), yang diaktifkan dari salah satu telepon seluler mereka. 

Bukannya membantu mengarahkan si pemakai sampai ke alamat tujuan, GPS tersebut malah memandu mereka ke tempat antah berantah. 

Menurut polisi Klamath County, Tim Evinger, peristiwa itu tampaknya berawal dari perubahan atmosfer di langit Oregon pada hari Jumat, 25 Desember 2009. Akibat perubahan atmosfer, perangkat GPS itu mendapat sinyal yang lemah dari satelit dan mengirim koordinat yang berbeda dari rute normal. 

"GPS itu sebenarnya memberi kita opsi untuk memilih rute yang terdekat. Kita pasti diarahkan ke rute terdekat, namun bisa saja bukan rute yang aman," kata Evinger. 

Gara-gara perubahan sinyal GPS, pasutri itu akhirnya tidak bisa merayakan Natal bersama sanak dan kerabat. Mereka justru pasrah berada di tengah-tengah padang salju selama tiga hari. 

Pada Minggu sore, 27 Desember 2009, kepolisian setempat akhirnya menemukan mereka, tepatnya di kawasan Hutan Nasional Winema-Fremont yang terletak di luar kota Silver Lake. Bersama dengan mobil Toyota Sequia yang mereka kendarai, pasutri itu berhasil diselamatkan dari kubangan salju. 

Menurut Evinger, mereka bisa ditemukan berkat sinyal GPS. Sinyal dari GPS pasutri itu rupanya otomatis tersambung ke layanan darurat 911. 

Begitu mendapat laporan, petugas 911 langsung meminta pertolongan kepolisian yang paling dekat dengan lokasi tersasarnya pasutri itu. "Di satu sisi, GPS menyebabkan mereka tersesat, GPS pula yang membuat mereka selamat," kata Evinger.  

Kendati tersesat selama berhari-hari, pasutri yang sudah berusia uzur itu dalam keadaan baik dan bisa pulang ke rumah dengan selamat. "Ini akan menjadi liburan Natal yang terus kami ingat sepanjang hayat," kata Starry.  
  
Beruntung, selama tersesat, pasutri itu memiliki perbekalan makanan dan pakaian yang cukup untuk bertahan hidup selama berhari-hari.

Bagaimanapun canggihnya peralatan, tentu memiliki keterbatasan, memiliki batas toleransi terhadap situasi dan kondisi. Oleh karena itu, dalam situasi tertentu, kita tidak bisa menggantungkan diri pada sesuatu yang menurut kita paling baik, tetap saja dibutuhkan intuisi dan kreatifitas pribadi.

Mungkin kejadian di atas bisa menjadi pelajaran bagi kita, boleh kita mengikuti alat canggih, tetapi jika alat tersebut menyesatkan karena ada error yang terjadi, apa masih perlu diikuti?

Buku Tentang ArcGis, memanfaatkan fitur VBA

23 December 2009

Setelah menunggu kurang lebih 2 bulan, draft buku tentang ArcGis yang saya ajukan ke penerbit andi yogyakarta disetujui untuk diterbitkan. Setelah mengisi kelengkapan dokumen dan lain - lain, saat ini prosesnya adalah sedang menunggu untuk editing dan proses cetak.

Sebenarnya niat awal pembuatan buku ini adalah untuk lebih memperkaya khasanah pengetahuan sekaligus berbagi ilmu (walaupun sedikit sekali) . Karena saya lihat belum ada satupun buku tentang ArcGis yang diterbitkan dan berbahasa Indonesia, padahal ArcGis sendiri sudah ada sejak tahun 90-an.

Mudah - mudahan, buku ini bisa sedikit membantu bagi siapa saja yang ingin belajar tentang ArcGis, terutama di sisi pemrograman Visual Basic for Application (VBA).

Mudah - mudahan pula buku ini segera terbit, perkiraan saya, sekitar bulan Januari 2010 buku ini sudah ada di toko buku.

Peran Database dalam Sistem Informasi Geografis

14 September 2009

Jika berbicara tentang Sistem Informasi Geografis (SIG) kita selalu terpaku pada kondisi keruangan bumi (geografis), meliputi koordinat, ketinggian dari permukaan tanah dan sebagainya.
Setiap obyek di muka bumi tentu akan memiliki atribut - atribut tersebut, tetapi sebenarnya atribut - atribut tersebut bukan hanya yang menyangkut geografis, tetapi atribut - atribut lain juga berperan penting. Misalnya ketika kita membuat SIG untuk sistem kelistrikan, atribut besarnya penghantar, tinggi tiang, bahan pembuat tiang dan lain - lain juga penting untuk disimpan bersama atribut geografis.
Oleh karena itu, SIG selalu berkaitan dengan database. ArcView 3.x dan MapInfo menggunakan DBASE sebagai media penyimpan databasenya.
Sementara Produk ESRI terbaru, ArcGIS 9.x meluncurkan SDE (Spatial database Engine) yang bisa terkoneksi dengan sejumlah Database management System (DBMS) terkenal seperti Oracle, SQL server, Informix atau DB2.
Dengan dukungan database yang cukup powerfull, peran SIG akan menjadi cukup besar dalam setiap pengambilan keputusan strategis perusahaan. penulis pernah ditanya oleh pengunjung blog ini, Apakah SIG bisa digunakan untuk menentukan lokasi kantor cabang yang baru, khususnya untuk perusahaan distributor produk? Penulis jawab, sangat bisa. Dengan memiliki data SIG dan ditunjang database konsumen dan perilakunya, kita bisa melakukan perhitungan optimasi di mana letak kantor cabang yang paling memungkinkan. Mengapa tidak?
Penggabungan SIG dengan DBMS akan menghasilkan output yang sangat bermanfaat bagi setiap pengambilan keputusan, baik di level menengah ataupun di level tertinggi.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here