ActiveX di ArcMap dan Arc Catalog tidak berfungsi

5 April 2011

Pernahkah Anda mengalami tool dalam ArcTool Box tidak berfungsi? Saya pribadi mengalaminya, dan mencari - cari solusinya. Awalnya kecurigaan di setting Internet Explorer, sesuai petunjuk di situsnya Microsoft, dilakukan enabling terhadap setting yang berhubungan dengan ActiveX, tetapi nyatanya masih saja masalah tersebut muncul.

Akhirnya ketemu juga solusinya dari sebuah forum. Untuk itu, saya bagikan kepada anda yang memiliki masalah sama.

Problem tersebut timbul karena setting pada Security Internet Explorer mengalami perubahan yang biasanya disebabkan oleh parasit pada registry Anda. Problem tersebut selalu menampilkan pesan, misal pada saat Anda ingin melakukan konversi data :

“One or More ActiveX controls could not be displayed because either:

1) Your current security settings prohibit running ActiveX controls on this page, atau

2) You have blocked a publisher of one of the controls.

As a result, the page may not display correctly.”

Cara menanggulanginya adalah sebagai berikut:

* Dari Start Menu > Run > ketik Regedit > OK

* Temukan extra parasit registry zone di HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\Curre ntVersion\Internet Settings\Zones\

* Hapus parasit yang berupa pseudo-graphic number (seperti bentuk kotak) yang berada tepat di atas zone 0 (zero zone)

* Restart ArcMap atau ArcCatalog

Sharpmap, pengganti MapObjects?

24 February 2011

Menurut keterangan di websitenya adalah sebagai berikut:

SharpMap adalah satu jenis library yang diklaim mudah sekali digunakan dalam aplikasi web dan desktop GIS. Menyediakan akses ke berbagai jenis data GIS, memungkinkan query data spasial, dan membuat peta yang lumayan baik. ditulis dalam C# dan berdasarkan .Net framework 2.0. SharpMap dirilis di bawah GNU Lesser General Public License.

Dari beberapa forum luar, banyak yang mengatakan Sharpmap ini adalah subtitute dari MapObjects milik ESRI. Seperti kita ketahui MapObjects sudah tidak dikembangkan lagi oleh ESRI dan diganti dengan ArcEngine yang memiliki skalabilitas lebih luas.

Bedanya lagi, MapObjects tidak gratis dan harganya mahal, apalagi yang bernama ArcEngine, luar biasa mahal. Mungkin hanya perusahaan skala enterprise saja yang benar - benar serius untuk membelinya. Sementara Sharpmap benar - benar gratis ! Luar biasa dan lupakan ESRI.

Jadi, kalau ada yang gratis, kenapa beli? mahal lagi. Sharpmap bisa dicoba sebagai alternatif, terutama bagi developer "rumahan" yang ingin mengembangkan aplikasi GIS. Saya pribadi juga baru belajar tentang sharpmap ini. Siapa tahu dengan menyebarkan informasi ini, kita semua bisa sharing dan berbagi ilmu tentang GIS, terutama pemrogramannya.

Informasi lebih lanjut dan lokasi downloadnya, slihakan menuju link berikut: http://sharpmap.codeplex.com/

ArcGIS 10 tetap support VBA di samping Phyton

22 February 2011

Banyak desas - desus yang beredar saat ini yang menyatakan bahwa ArcGIS 10 sudah tidak mendukung fitur Visual Basic for Application (VBA), entah dari mana sumbernya.

Tetapi yang benar adalah bahwa ArcGIS versi 10 tetap mendukung VBA, bahkan dalam paket instalasinya terdapat juga terdapat paket instalasi ArcGIS Desktop VBA Resources for Developers.

arcgis 10 setup 

Mungkin yang membuat adanya desas - desus ini adalah karena contoh bahasa scripting dari ArcGIS 10 adalah kebanyakan menggunakan Phyton, sehingga seolah - olah fitur VBA tidak lagi ada. Padahal keduanya (VBA dan Phyton) masih bisa digunakan untuk kustomisasi software arcgis sesuai kebutuhan.

Phyton dan VBA tetap disupport oleh ArcGIS 10, kedua - duanya masih tertanam di ArcGIS 10. Jadi, anda sebagai developer memiliki keleluasaan dalam memilih, memakai phyton atau VBA untuk programming ArcGIS 10. Enak bukan?

Tuntun Pengguna ke ‘Lembah Kematian’, GPS Disalahkan

11 February 2011

Perangkat penunjuk jalan berbasis GPS (Global Positioning System) memang memudahkan, tapi di sisi lain alat ini dinilai juga menyimpan ancaman. 

Hal ini khususnya terjadi di Amerika Serikat di mana pakar setempat menyatakan perangkat GPS bisa menyesatkan orang di daerah liar nan terpencil dan mengancam keselamatannya.

Ya, Negeri Paman Sam memiliki segudang wilayah liar yang eksotik, namun di sisi lain tidak ramah bagi para tamu. Itu termasuk Death Valley, sebuah daerah liar dengan gurun pasir di sana-sini. Berkat GPS, makin banyak orang yang mudah bepergian ke lembah kematian ini namun tidak sadar akan bahayanya.

"Inilah yang membuatku menyebutnya kematian oleh GPS. Orang-orang menyewa kendaraan dengan GPS dan mereka tak mengerti bagaimana cara kerjanya, lalu mereka pun percaya sepenuhnya pada GPS yang mengantar ke suatu tempat sangat terpencil," ucap Charlie Callagan, koordinator Death Valley.

Dalam 15 tahun terakhir, sedikitnya selusin orang tewas di Death Valley karena dehidrasi dan semacamnya, mengingat temperatur sangat panas. Nah ditakutkan, akan kian banyak orang datang tanpa perhitungan karena dituntun GPS dan menambah jumlah korban.

Hal ini memang nyaris terjadi. Seorang wanita bernama Alicia Sanchez, pernah hampir tewas karena mengikuti arah yang salah melalui perangkat GPS-nya.

Sebagai antisipasi, lembaga National Park Service mengupdate website Death Valley dengan peringatan mengenai penggunaan GPS. Sedangkan pihak pengelola Death Valley menambahkan papan peringatan bahaya dehidrasi di sejumlah tempat dan bekerja sama dengan perusahaan GPS untuk menutup area berbahaya dari peta.

 

Sumber: detikinet.com, Foxnews.com 

Migrasi ke Map Window

18 January 2011

Sebenarnya cukup lama saya mengenal mapwindow (mapwindow.org) sebagai aplikasi GIS berbasis open source. Hanya saja saya kurang memperhatikan karena pekerjaan saya lebih banyak menggunakan ArcView dan ArcGis.

tetapi ketika dihadapkan pada masalah lisensi ArcView dan ArcGis yang luar biasa mahal, maka mau tidak mau, saya harus melirik mapwindow yang gratis. Sehingga mulai sekitar 3 bulan yang lalu saya mencoba untuk memigrasikan data - data saya dari ArcView ke mapwindow, kebetulan default data yang dipakai adalah shapefile, sehingga tidak terlalu masalah dengan data.

Yang menjadi masalah adalah script otomatisasi pekerjaan yang berjalan di ArcView, ternyata susah untuk dimigrasikan ke mapwindow. Harus ada usaha extra keras agar sesuai dengan yang diharapkan.

Sampai saat saya menulis posting ini, hasilnya mungkin masih belum sampai 10%, entah sampai kapan hal tersebut bisa terealisir, saya belum bisa memastikannya. Mudah - mudahan cepat rampung. Jika rampung tentu akan saya kabarkan di blog ini.

Buku VBA di ArcGIS

10 June 2010

Bulan Januari lalu saya sempat posting tentang rencana penerbitan buku tentang ArcGis oleh Andi Publisher. Ternyata dari perkiraan saya Januari 2010 buku itu sudah bisa diterbitkan, ternyata tidak.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya buku saya tersebut diterbitkan juga oleh Anda Publisher, tepatnya di bulan Juni ini. Oleh Andi Publisher buku ini diberi judul GEOGRAPHICAL INFORMATION SYSTEMS WITH ARCGIS 9.X PRINCIPLES, TECHNIQUES, APPLICATIONS, AND MANAGEMENT.

Sesuai dengan tujuan awal Sebenarnya niat pembuatan buku ini adalah untuk lebih memperkaya khasanah pengetahuan sekaligus berbagi ilmu (walaupun sedikit sekali) . Karena saya lihat belum ada satupun buku tentang ArcGis yang diterbitkan dan berbahasa Indonesia, padahal ArcGis sendiri sudah ada sejak tahun 90-an.
Buku ini ini membahas mulai dasar sekali bagaimana melakukan programming dan customizing ArcGIS dengan memanfaatkan fitur VBA yang sudah tertanam di dalamnya.

Ini adalah preview bukunya:

BUKU ARCGIS

Mudah - mudahan buku ini sedikit bisa memberikan pencerahan dan kita bisa berbagi ilmu walaupun sangat sedikit.

Jika mau beli bukunya, bisa langsung ke situs andipublisher.com

Posting lama:
http://gis.blogsome.com/2009/12/23/buku-tentang-arcgis-memanfaatkan-fitur-vba/

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here